BAB
I
SEKILAS
TENTANG INJIL YOHANES
A. INJIL YANG MENDALAM
Apa
mendalam:
§ Dari
segi isinya yang mendalam merupakan suatu bentuk pewartaan yang sangat matang.
Mengapa
mendalam dan matang:
§ Hal
ini terjadi karena didasarkan atas permenungan yang cukup panjang (ditulis/dikarang
antara tahun 90-100) setelah Yesus wafat dan bangkit. Sebelum injil Yohanes
ada, Injil sinoptik (Matius, Markus, dan Lukas).
§ Sudah
melalui dinamika pewartaan gereja perdana
§ Mendalam
karena terbuka terhadap (karya Allah), permenungan atas dasar terang dari (Roh
Kudus).
§ Injil
ini lebih menekankan pada segi Rohani daripada segi jasmani, sedangkan Injil
sinoptik menekankan segi Jasmani.
Letak
Perbedaan:
o
Dibalik sesuatu peristiwa, melihat atau
menjawab akar permasalahan (Injil Yohanes) menekankan mengapa peristiwa itu
terjadi dan penyebab terjadinya.
o
Sedangkan injil sinoptik menekankan segi
informasi.
Buktinya:
o
Injil Yohanes seringkali menggunakan
tanda-tanda atau simbol-simbol. Yaitu ungkapan yang ingin menyampaikan sesuatu
yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Simbol itu sendiri ialah ungkapan
dari apa yang dikatakan.
B. PENGARANG INJIL YOHANES
®
Pertama-tama harus dibedakan antara
penulis (writer) dan pengarang (artur), pengarang itu sendiri tidak harus
menulis sendiri. Adapun kemungkinan-kemungkinan yang dapat diindikasikan dari
siapa pengarang dan penulis injil yohanes dapat dilakukan dengan
C. KAPAN INJIL INI DITULIS
§ Ditulis
sekitar tahun 90-100, alasannya ialah:
1.
Di mesir ditemukan fragmen-fragmen Injil
Yohanes (menurut para ahli purbakala berasal dari tahun 135-150 dari awal abad
II) fragmen-fragmen itu disebut Papyrus Rylands 475. Dari sini dapat
disimpulkan bahwa penulisannya sudah pasti Injil Yohanes ditulis jauh sebelum
penyebarannya ke Mesir.
2.
Ada suatu buku di temukan dimesir yang
sejaman dengan Papyrus Rylands 475. Ini merupakan karya yang ditulis
berdasarkan injil-injil sipnoptik dan juga injil Yohanes. Jadi sudah tentu
injil Yohanes sudah ditulis jauh sebelumnya.
3.
Dalam tulisan-tulisan Ignasius dari
Anthiokhia (kurang lebih tahun 110) ada kalimat yang rupanya diambil dari injil
Yohanes.
§ Ini
mengandaikan bahwa injil Yohanes sudah ditulis
sebelum tahun diatas. Mungkin antara 90-100
D. PENULISAN INJIL YOHANES MENGALAMI
PROSES
§ Jika
penulisan injil Yohanes dilakukan antara tahun 90-100 bukan bearti injil ini
langsung sekali jadi, tapi memerlukan proses.
§ Paling
tidak ada dua tangan yang menulis injil Yohanes ini dapat dilihat dari:
1. Ada
dua penutup Injil (20:30-31) dan (21:24-25).
2. Urutan
bab 5,6,dan 7 tidak begitu logis kalau dibalik 6-5-7 6: Yesus di Galilea; Yoh 4
juga di Galilea 5: Yesus berangkat ke Yerusalem kalau urutanya dibalik menjadi
bab 6-5 dan bab 7: Yesus berada di
Yerusalem dan di Yudea
3.
Pada 14:31, Yesus mengakiri kotbahnya
tapi masih berbicara panjang lebar sampai 18:1
4.
Ada bagian yang nampak di perdobelkan
misalnya, 5:19-25 sama dengan 5:26-30, bab 14 sama dengan bab 16
Dapat
disimpulakn bahwa dari bebrapa temuan ini, maka dapat kita simpulkan bahwa
paling tidak mengandaikan dua tangan atau lebih yang mengarap injil ini.
E. TUJUAN PENULISAN INJIL YOHANES
Ada
dua tujuan dari penulisan injil Yohanes, diataranya:
1. Supaya
kita percaya kepadaYesus Kristus
2. Supaya
dengan percaya kepadanya kita memperoleh kehidupan
§ Kata
“hidup” sering dipakai dalam injil Yohanes®
Yesus pemberi hidup kekal kepada kita kepada manusia ®Sering kali dalam injil Yohanes
menggunakan kata hidup/kehidupan: maka inijl ini sering disebut sebagai “Injil
Kehidupan”
Jadi
tujuan utama:
®
Pada akhirnya ialah sama seperti Yesus
turun ke dunia, supaya semua orang percaya kepada kepada-Nya, dan karenanya
memperoleh hidup kekal.
Ini
berarti: Untuk menguatkan iman para pengikut Kristus, sekaligus mengajak orang
yang belum percaya supaya percaya kepada Yesus Kristus (pemberi kehidupan
ilahi).
Tujuan
lain:
® Untuk
melawan pengikut Yohanes pembaptis, ®
memandang Yohanes pembaptis sebagai guru mereka.
® Untuk
menyemangati orang-orang kristen Yahudi yang sudah dikucil oleh
saudara-saudaranya dan bangsanya.
F. LATAR BELAKANG INJIL YOHANES
§ Injil
ini dipengaruhi oleh banyak berbagai pikiran.
1. Perjanjian Lama
§ Injil
ini pertama-tama dipengaruhi oleh Perjanjian lama®
ide-ide/gagasan ditemukan sebanyak 27 kali refrensi dari Perjanjian lama
(Menurut Brown) tidak mengutip.
§ Injil
ini kebanyakan diresapi oleh tema-tema dalam Perjanjian lama.
§ Menurut
C.H Dodd® ada dua aliran
yang dapat ditemukan dalam injil Yohanes yakni aliran: Yudaisme Rabinis dan yang lainya adalah
filsafat agama Helenisme
Ciri
Yudaisme Rabinis®
kemahiran menggunakan Alkitab secara bebas. Dari hal itu penginjil Yohanes
terpengaruh menggunakan Perjanjian lama secara intensif dan bebas. Diandaikan
penginjil ini (melihat kehadiran “yang tersembunyi” itu secara mendalam)
2. Yudaisme Rabinis
Ialah
paham-paham Yahudi seperti tercermin dalam tulisan para Rabi.
1. Paham
tentang mesias
Menurut
Yohanes:
o
Yoh 7: 27: Orang Yahudi tidak mau
percaya kepada Yesus sebagai Mesias (karena Yesus itu berasa dari Galilea) ® mereka berpandangan bahwa:
1. Tidak
ada seorang yang mengetahui asal-usul Mesias (Faham mereka tentang “Masias yang
tersembunyi”)
2. Pribadi
yang bangkit dari alam perjanjian lama, seperti Elia yang dinubuatkan akan
kembali memperkenalkan Mesias kepada dunia.
3. Membebaskan
rakyat dari penjajahan.
o
Yoh 7:31: Mesias mampu mengadakan
Mukjizat-mukjizat (hal ini sesuai dengan paham waktu itu).
o
Yoh 7:42 : Mesias berasal dari keturunan
Daud.
o
Yoh 12:34: Tidak menerima Yesus itu
sebagai Mesias, sebab Dia sendiri harus ditinggikan (artinya wafat di kayu
salib) Orang Yahudi itu yakin bahwa Mesias itu kekal (tidak dapat mati).
2. Ide
tentang taurat
o
Taurat sangat diagungkan bahkan
merupakan (santapan atau sumber Kehidupan/memberi hidup).
o
Taurat digambarkan sebagai roti, air,
anggur, atau cahaya yang memberi hidup®
mungkin sekali Yohanes ingin menyangkal kepercayaan ini. Bukan taurat musa yang
memberi semua ini tapi®
Yesus Kristus. (Hukum taurat diberikan musa, tapi kasih kebenaran datang oleh
Yesus Kristus)
o
Yohanes dalam injilnya mengidentikan
Yesus dengan taurat Musa atau diarahkan ke taurat (roti hidup).
o
Taurat juga kerapkali disamakan dengan
kebijaksanaa:
1.
Taurat sudah ada sebelum dunia
diciptakan (Ams 8:22)
2.
Taurat digambarkan sebagai puteri Allah
3.
Taurat merupakan wakil/pelaksana “alat”
yang dipakai Allah dalam penciptaan.
Ciri-ciri
taurat ini mirip dengan ciri-ciri Sang sabda dalam prolog (Yoh 1:1-18).
G. HUBUNGAN ANTARA INJIL YOHANES DAN
SYNOPTIK
§ Injil
Yohanes lebih menekankan tentang Firman dari pada karya-karyaNya.
§ Yohanes
juga menampilkanYesus yang banyak berbicara (banyak ngomong)
Apa
perbedaanya:
1. Injil
Yohanes : Yesus berkarya di
Yahudi/Yerusalem
2. Injil
Synoptik : Disekitar Nazaret atau
Galilea
Yang
paling dominan ialah:
1. Perjamuan
terakhir
Injil
Yohanes : Diadakan satu hari sebelum
orang-orang yahudi makan Paskah
Injil
Synoptik : Pada saat makan Paskah
2. Membersihkan
Bait Allah
Injil
Yohanes : Dilakukan Yesus diawal
pelayanan-Nya
Injil
Synoptik : Diakhir Pelayanan-Nya
3. Injil
Yohanes : Menekanan sifat Rohani
Injil
Synoptik : Lebih menekankan Sifat
Jasmani
a)
Persamaan antara Yohanes dan Markus:
§ Mrk
bab 1: 4-8 ® bab 1:19-36 :
Karya dan kesaksian Yohanes pembaptis
§ Mrk
bab 1:14 dst ® bab 4:3 :
Keberangkatan ke Galilea
§ Mrk
bab 6: 33-44 ® bab 6:1-3 :
Mukjizat roti
b)
Persamaan antara Yohanes dan Lukas:
§ Persamaan
tema teologis
®
Pentingnya kota Yerusalem dalam hidup
Yesus (“menjadi murid Yesus) dengan iman kepada Yesus dan kepada Roh Kudus.
®
Gagasan mengenai turunya Roh Kudus
sesudah Yesus naik kesurga
§ Persamaan
beberapa nama orang: Maria, marta, Lazarus, dan Siloam.
§ Persamaan
Ungkapan seperti “Kasih Allah” dan “memilih dua belas” dst.
Hubungan
antara injil Yohanes dan lukas (berhubungan dengan Matius dan Markus) berikut
adalah empat kemungkinan:
1) Kemungkinan
Yohanes bergabung pada injil Lukas
2) Kemungkinan
mereka bergantung pada sumber tertulis
3) Mereka
juga kemungkinan sama-sama bergantung pada sumber lisan.
4) Yohanes
dan Lukas® bergantung pada
sumber yang berbeda tetapi yang parelel hampir sama. (Para ahli cendrung
mengikuti proses kemungkinan yang ke empat).
H. STRUKTUR INJIL YOHANES
1.
Prolog: pendahuluan (1:1-18)
Isinya:
Firman, Allah (bapa), Yohanes, taurat, orang-orang kepunyaan, hidup abadi: Roh
kudus.(Merupakan inti/kisah cinta kasih Allah)
®
Madah tentang sabda: Berfungsi sebagai
pengantar seluruh injil
2.
Buku tanda-tanda (1:19-12:50)
Yoh
1:11-12: Mewakili tanda-tanda (dalam prolog)
Ay
12: Ringkasan dari kemuliaan, percaya pada tanda maka akan mendapat kemuliaan.
®
Berbicara tentang tanda-tanda (mukjizat)
yang dibuat Yesus, serta kotbah-kotba®
untuk menerangkan tentang tanda-tanda tersebut.
3.
Buku kemulian (13:1-20:31)
Yoh
1:12 (menerimanya: Diberi kuasa supaya menjadi anak-anak Allah)
®
Berbicara mengenai “saat”: Meliputi
wafat dan kebangkitanNya.
4.
Epilog (21:1-25)
®
Kisah penampakan yang ditambahkan.
I. GAYA SASTRA YOHANES
Gaya
adalah model yang dipakai, sedangkan sastra adalah karangan. Secara definitif
dapat diartikan sebagai model atau karangan yang dipakai oleh Yohanes, adapun
model karangan yang dipakai Yohanes antara lain:
1. Ketidak mengertian
® Orang
dianggap/dinyatakan seolah-olah bodoh dan hal ini dimanfaatkan oleh penginjil
Yohanes untuk menjelaskan.
® Pengertian
kata punya arti ganda contoh andaikan (Yoh 3:3)
2.
Ironi
(mirip
dengan ketidak mengertian) namun maknanya lebih tajam.
® Lawan
bicra seolah-olah memberikan olok (mengolok) namun sebenarnya itu merupakan
suatu kebenaran (yang mendalam)
3.
Simbolisme
® Mengunkan
tanda-tanda atau simbol-simbol
® Yohanes
2 ®Air anggur
sebagai perjanjian baru)
® Terang-gelap
® Bait
Allah.
J.
BENTUK
ATAU STILE YOH
1.
Inclusio
® Gagasan
awal, diselingi oleh gagasan lain, namun pada akhirnya juga kembali pada
gagasan awal.
2. Parallelisme
® Gagasan
akhir menjadi awal, dan gagasan berikutnya dan setarusnya, contohnya diprolog
3.
Konsentris
®
Puncak gagasan ditekankan (puncak
menjadi gagasan) disertai oleh gagasan lain sebagai penunjang gagasanya.
4. Parallel atau spiral
® Ide
gagasan pertama menjadi gagasan selanjutnya dan seterusnya
® Menyambung
dan runtun (spiral)
BAB
II
CONTOH
TAFSIR PENDAHULUAN INJIL YOHANES (1:1-15)
A. PROLOG (1:1-18)
® Gagasan
yang sangat penting untuk senantiasa menjadi pedoman adalah bahwa setiap orang
akan mengalami kebahagian hidup apabila percaya kepada-Nya.
Yoh
1:1-18
§ Asal-usulnya
§ Strukturnya
§ Fungsi
dalam keselamatan injil Yohanes
1.
Asal-Usul
Yohanes 1:1-18 (Kemungkinan)
§ Madah
Gnostik® Untuk Yohanes
pembaptis (ada keberatan)
§ Madah
kristiani (Bdk, Flp 2:6-11, Kol 1:15-20, 1 Tim 3 :16, Ibr 1:2-5)
§ Pendahuluan
injil ditulis sesudah injil disusun/sebelum®
Ayat 10-11dan 12 untuk menyiapkan.
a)
Madah
Gnostik
§ Genostik
adalah yang hidup dan berkembang dikalangan pengikut Yohanes Pembaptis
§ Disusun
oleh pengikutnya yang cendrung ke arah genostisme (mereka menghormati Yohanes
sebagai cahaya dan sang sabda yang menjelma menjadi manusia)® Penginjil mengambil alih madah tersebut
dan menerapkan pada diri Yeusus bukan sebaliknya.
(Teori
Bultmann dewasa ini banyak ditolak oleh para ahli)
b) Madah Kristiani
§ Madah
yang hidup dan berkembang dikalangan pengikut Kristus (th 68)
§ Yesus
ditampilkan dari pra-eksistensiNya pada Allah bapa sampai dengan penjelmaanNya
sebagai penyelamat.
§ Maka
para ahli menyimpulkan bahwa prolog Yohanes adalah madah Kristiani yang semula
berdiri sendiri ®
digabungkan pada injil Yohanes.
Hanya
Kemungkinan kecil
c)
Pendahuluan
Injil
§ Sebelum
injil disusun: Tujuannya ialah mempersiapkan pembaca (10-11) buku tanda-tanda
dan buku kemulian.
§ Sesudah
injil disusun: Rangkuman
Prolog
(besar)
§ Alasan
ialah tema-tema pokok dalam prolog dijumpai kembali dalam injil, kecuali yang
langsung secara eksplisit tersebar.
§ Tentang:
Sang sabda, kasih karunia, dan kepenuhan
§ Isi:
Roh kudus secara eksplisit tidak terdapat dalam prolog
2.
Struktur
Prolog
a)
Berdasarkan sejarah keselamatan
§ Ay
1 : Sang sabda dalam keadaan-Nya
yang absolut dan kekal.
§ Ay
2-8 : Hubungan sang sabda dengan
ciptaan (2-18), yakni:
Ay 2-5 : Fakta-fakat hakiki.
Ay
6-13 : Manisfestasi umum Sang Sabda
dalam sejarah.
Ay
14-18: Inkarnasi sejauh dihayati secara personal.
b)
Struktur Kosentris
A.
Sang Sabda pada Allah (Ay 1-2)
B. Peranannya
dalam ciptaan (Ay 3)
C. Anugerah
bagi manusia (Ay 4-5)
D. Kesaksian
Yohanes Pembaptis (Ay 6-8)
E. Sabda
datang ke dunia (9-11)
F. Dalam
Sabda yang menjelma kita menjadi anak-anak Allah (Ay 12-13)
E. Inkarnasi
(Ay 14)
D.
Kesaksian Yohanes Pembaptis (Ay 15)
C. Anugerah
bagi manusia (Ay 16)
B. Peran
“pencipta kembali” (Ay 17)
A.
Putra dalam Bapa (Ay 18)
c)
Struktur Paralel
§ De
la Potterie ® menunjukan
bahwa Prolog Yohanes mengandung unsur struktur paralel.
3. Eksegese Singkat
Ayat 1 :
§ Pada
awal mulanya mengingat kita pada Kej 1:1, yakni kisah penciptaan, bahwa kita
sedang berhadapan dengan kisah pencipta baru. Yang di maksud bukanlah waktu
tertentu dalam sejarah sebagai awal mula penciptaan, sebab prolog baru
berbicara mengenai penciptaan pada Ay 3.
§ Firman/sang
sabda (logos) tidak sama dengan kata
1.
Latar
belakang Helenistis
Menurut
Brown:
§ Di
efesus ® Tempat
penyusunan injil Yohanes untuk pertama kali memasukan kata logos
(menghidupkan/memelihara)
§ Bagi
para stois ® Akal budi Allah
(Allah yang panteistis meresapi segala sesuatu). Logos mengontrol dan
mengarahkan sesuatu.
§ Philo
(orang yang bijaksana) ®
merupakan mediator antara Allah dan ciptaanNya
® Semua
pendapat ini tidak sama dengan Yohanes 1
2.
Gagasan
“Dabar” (sabda) dalam Perjanjian lama
§ Dabar
adalah sabda, punya arti dinamis (hidup)
§ Dabara
adalah kata yang diucapkan secara mendalam, punya pengaruh daripada sekedar
ucapan. (diucapkan kemudian dari ucapan itu akhirnya membawa pengaruh yang
positif-negatif bagi yang mendengarnya)
® Tidak
sama dengan dabar
3.
Kebijaksanaan
yang dipersonifikasi dalam Perjanjian lama
§ Ams
8:20-24 (diciptakan)
§ Logos
yang dimaksud Yohanes, tidak sama persis namun menjadi inspirasi.
§ Yohanes
1:1-11 (tidak sama persis)
4.
Gagasan
Memra Yahweh dalam Targum
§ Memra
adalah Sabda dalam bahasa Aram. Mamra dalam Targum tidak sama begitu saja
dengan istilah “Firman atau Sabda” dalam Perjanjian lama.
§ Mamra
(untuk mengantikan atau sebuah nama kehormatan misalnya: paduka, yang mulia,
dst)
Bagaimana
fungis Memra Yahweh:
1. Memra
itu menciptakan
§ Targum
Kej. 14:19-22 Abraham diberkati oleh Allah yang Mahatinggi yang menciptakan
langit dan bumi lewat Memra-Nya
2. Memra
itu memberi Wahyu
§ Kegiatan-kegiatan
Allah yang bersifat keluar diri-Nya, diungkapkan dalam Targum dalam
kategori Memra, misal: Henokh diangkat
oleh Memra Yahweh
3. Memra
itu menyelamatkan
§ Menurut
Targum (Kej 28:15-21) ®
memra Yahweh tidak akan meninggalkan Yakub, melainkan menjadi penolongnya
sebagai Allah penyelamat.
Jadi
istilah Memra Yahweh®
dalam Targum seringkali mengantikan nama suci Yahweh.
Ayat 2:
§ Menyimpulkan
sekali lagi siapa sang sabda itu, yakni ia berbeda dari Allah (Bapa) sendiri,
biarpun ia mengambil penuh bagian dari kodrat Allah (Bapa)
Ayat 3:
§ Sang
sabda® ambil bagian
dalam karya penciptaan. Prolog kata Ek (dari: menunjukan asal-usul: dipakai
untuk Allah Bapa) Kristus®
dipakai kata: dia (melalui). Jadi Kristus adalah pembantu, Allah bapa sebagai
sumber utama atau asal mula segala yang ada.
Ayat 4:
§ Dalam
Dia ada hidup dan hidup adalah terang manusia. Tema hidup dan terang muncul
bersama. Jadi tugas sang sabda®
menghidupi manusia dan menerangi jalani hidupnya, dimulai sejak penciptaan,
berlangsung terus menerus sampai mencapai kepenuhannya dalam diri Yesus Kristus
(pembawa dan pemberi hidup kekal dan juga terang dunia).
Ayat
5:
§ Terang
dan gelap
Terang
(cahaya: cinta kasih) kegelapan (gelap: dunia yang di hidupi manusia)
Terang
ini dibutuhkan kegelapan, tapi kegelapan:
1. Tidak
mau menerima
2. Tidak
sanggup untuk menerima cahaya (merasa tidak pantas)
Terang
tidak diterima kegelapan, karena:
1. Manusia
semaunya sendiri
2. Egois
§ Untuk
menerima terang, diutuslah Yohanes Pembaptis (membuka jalan)
Ayat 6-8:
§ Berbicara
tentang kesaksian Yohanes pembaptis tentang Yesus®
ada indikasi bahwadalam ayat-ayat ini ingin menyangkal pandangan murid Yohanes
bahwa guru mereka itu adalah cahaya dunia.
Ayat 9:
§ Meneruskan
atau mengulangi gagasan ayat 4: berbicara tentang sabda® hubungannya dengan umat manusia pada
umumnya.
Ayat 10-11:
§ Berbicara
mengenai kedatangan sang sabda ketengah miliknya tetapi orang-orang miliknya
itu tidak menerima Dia.
Ayat 12-13:
§ Berbicara
mengenai mereka yan percaya kepad Yesus (kepada nama-Nya) dan karenanya menjadi
anak-anak Allah
Ayat 14:
§ Dan
Firman itu telah menjadi manusia (daging) dan diam (berkemah) diantara kita.
Ayat ini merupakan puncak prolog.
§ Ayat
ini merupakan pewartaan yang eksplisit: bahwa Yesus Kristuslah sang sabda itu.
§ Ayat
ini mau menawarkan kemuliaan Allah yang nampak dalam diri Yesus yang adalah
tempat kediaman Allah yang baru bagi umat manusia.
Ayat 15:
§ Berisi
kesaksian Yohanes Pembaptis kembali.
Ayat 16-17:
§ Kasih
karunia (PL/TM) “demi” sebagai ganti kasih karunia (PB/YK)® tidak mengantikan kasih karunia PL/TM
Ayat 18
§ Menunjukan
keunggulan pewahyuan Allah Bapa, lewat Yesus Kristus. Hanya Yesus Kristus
sendirilah yang berhak berkata “Barang siapa telah melihat Aku, ia telah
melihat Bapa!” Musa, tidak pernah melihat wajah Allah, hanya “punggungNya”
saja.
B. YOHANES 1: 19-51
Struktur Literernya:
Seluruh
prikop ini (Yoh 1:19-51) dapat dibagi menjadi tiga tema kecil, diantaranya:
1. Kesaksian Yohanes Pembaptis Tentang
Dirinya (1:19-28)
Ada
dua pendekatan:
a)
Pendekatan literer
Ay
24: mereka diutus dari orang-orang Farisi (ambigu) bisa berarti dua arti: “Dari
antara orang-orang Farisi” atau “Oleh orang-orang Farisi”.
b)
Catatan Eksegese
Kegiatan
Yohanes pembaptis di sungai Yordan tidak hanya membaptis, tapi juga mendapat
banyak pengikut/murid. Pada ayat 20-21: Yohanes pembaptis menjawab tiga
pertayaan utusan dari Yerusalem dengan tegas dan jujur. Dia bukan Mesias, bukan
Nabi, dan bukan Elia.
Perlu
dipahami bahwa dalam Yohanes, Yesus mau digambarkan atau ditampilkan sebagai
Elia baru.
2. Kesaksian Yohanes Pembaptis tentang
Yesus (Yoh 1:29-34)
Anak
domba Allah, ada tiga kemungkinan yang diajukan oleh para Ahli:
1.
Anak Domba itu ® anak domba paskah dalam PL (disembelih,
darahnya dioleskan pada jenang pintu. Syaratnya ialah domba itu tidak cacat,
artinya tulangnya tidak ada yang patah, dst)
Perhatikan:
Menurut injil Yohanes Ia wafat pada saat orang-orang Yahudi menyembelih
domba-domba.
2.
Anak Domba Allah® adalah Hamba Yahweh yang menderita (Yes
52:1-4)
3.
Anak Domba dalam apokalitik
(tulisan-tulisan dalam peristiwa akhir zaman dan di tulis untuk mereka yang
menderita dan putus harapan).
3. Panggilan para murid Yesus yang
pertama (1:35-51)
§
Ada kerendahan hati dari Yohanes
Pembaptis “membuka tali kasutnya aku pun tidak berani” ® menunjukan kerendahan hati (pekerjaan
hina seorang hamba).
§
Kedua murid Yohanes Pembaptis
“mengikuti” Yesus ®
ditafsirkan secara harafiah: bearti berjalan dibelakang seseorang. Lebih dalam
daripada itu berarti®
menjadi penganut ajaran-ajaran-Nya. Kata ini muncul 4 kali dalam kisah endek
itu.
§
Yesus berpaling kepada kedua orang itu:
“apa yang kamu cari?” dimanakah engkau tingga? Kata “Tinggal” sangat penting
muncul 118 kali dalam seluruh PB 40 kali dalam injil Yohanes, 27 kali dalam
surat 2Yohanes dan 1 kali dalam Wahyu.
Tinggal ®
bearti: “bersatu dengan/berada dalam hubungan pribadi yang erat dengan”.
§
Ayat 39 Yesus berkata: “Datanglah dan
lihatlah” datang membuat pengakuan para murid sampai pada pengakuan Mesias.
Mesias adalah kata aram “Mesyiha” yang di
Yunanikan. Ibraniny menjadi: Xristos ®
Dalam bahasa kita menjadi Kristus.
BAB
III
BEBERAPA
CATATAN BERKENAAN DENGAN TAFSIRAN
A. PERJAMUAN NIKAH DI KANA (YOH
2:1-12)
Struktur literernya:
§
Yesus, ibu-Nya, dan murid-Nya di Kana
(2:1-2)
§
Anggur dan para hamba (2:3-5)
§
Air diubah menjadi anggur ® (puncaknya “konsentris”)
§
Anggur dan para hamba (2:9-10)
§
Yesus, ibu-Nya, dan para murid-Nya di
Kana (2:11-12)
Ayat 1: Kenapa hari ketiga?
Penadarasan
Teologis:
Hari 1 : Firman yang telah menjadi manusia
Hari 2 : Kesaksian Yohanes
Hari 3 : Murid-murid Yesus yang pertama
1. Yohanes
menunjuk kepada yohanes
2. Memanggil
muridnya
3. Yesus
di Galelia (Natanael)®
datang ke pernikahan.
Mengapa Ibu Maria ada disitu?
§ Karena
tidak mungkin Yesus tiba selama 3 hari, tetapi diundang. Kemungkinan yang bisa
diundang itu adalah ibu Maria (kerabat keluarga, dan sebagainya) ® banyak memiliki kerabat keluarga yang
banyak.
Ayat 2:
§ Ada
kesatuan antara guru dan murid (secara kebersamaan), tidak mungkin murid ikut
(jika belum kenal) bisa diundang!
Ayat 3: Mengapa kehabisan anggur?
§
Bisa dimengerti (murid-murid yang ikut® terlalu banyak minum anggur) sehingga
habislah anggur dipesta tersebut (tidak hanya murid, pengikut Yesus itu banyak)
§
Tamu banyak (lebih dari 12 orang) maka
kehabisan anggur.
Ayat 4: Menunjukan Yesus kebingungan
§ Kehabisan
abggur® tentu akan
melibatkan dirinya (tanggung jawab sebagai seorang guru, atas kelakuan
murid-murid-Nya yang telah banyak meminum anggur)
Ayat 5: Ibu Yesus
§ Ternyata
peka terhadap situasi (atas kebingunggan Yesus)
Ayat 6 Ibu Maria
§ Yakin
bahwa Putranya akan melakukan sesuatu
Ayat 8: Tanpa bicara
§ Cedoklah
dan bawalah kepemimpin pesta
Permenungan 2:1-11
1. Mengungkapkan
kepekaan ibu Maria
2. Keyakinan
Maria terhadap Yesus
3. Mukjizat
terjadi. Tidak selalu dengan “kata-kata”, dalam “diam” bisa melakukan mukjizat
B. PERJUMPAAN YESUS DENGAN NIKODIMUS
(YOH 3:1-21)
Kisah ini dibagi menjadi dua bagian:
1.
Ay 1-8
: tentang kelahiran dari Roh sebagai syarat untuk masuk dalam Kerajaan
Allah
2.
Ay 9-21 : bagaimana cara dilahirkan dari
Roh, yakni berkat kenaikan Anak kepada Bapa dan turunya Roh setelah Anak
kembali ke Bapa, untuk itu orang harus percaya kepada Anak.
BAB
IV
SEKILAS
TENTANG KITAB WAHYU
§ Kitab
ini sering dianggap tulisan yang dikunci dengan 7 materai (5:1), maka kitab ini
tidak dapat dibuka secara biasa dan dimengerti pesan-pesannya.
A. TULISAN-TULISAN APOKALIPTIK
§ Nama
Wahyu (=apokalips)
§ Sastra
apokaliptik telah ada sejak perjanjian lama.
§ Tulisan
paling tua yang termasuk jenis sastra ini dalam Perjanjian Lama seperti
apokaliptik besar Yesasa 24-27 dan apokaliptik kecil Yesaya 34-35, kitab nabi
Zakaria 9-14
§ Ada
juga dalam PL yang seutuhnya apokaliptik adalah kitab Nabi Daniel (ditulis pada
th 165 SM).
§ Dalam
PB, kecuali kitab Wahyu, jenis sastra apokaliptik dapat ditemukan pada Khotbah
akir zaman, yang ada dalam injil sinotik (Mat 24:1-44;Mrk 13:1-31; Luk
21:5-26). Dalam surat Paulus ada juga sastra apokaliptik cth 1 tes 4:16-17; 2
Tes 2:1-12.
Asal-Usul dan Perkembangan
Apokaliptik
§ Apokaliptik
Yahudi muncul pada zaman pembuangan,ketika gerakan kenabian semakin melemah.
§ Gerekan
kenabiaan melemah dikarenakan banyak penyebabnya, salah satunya adalah ketika
tergabungnya kuasa politik dan agama.
§ Disatu
sisi, apokaliptik adalah pendalaman keimanan yang matang atas dasar seluruh
perjanjian lama.
§ Disisi
lain, apokaliptik juga dipengaruhi oleh pengalaman psikologis, yang disebabkan
oleh peristiwa2 yang mereka alami.
§ Sebelum
pembuangan, para nabi berbicara atas nama Allah untuk menunjukan demensi
relegiusnya, akan tetapi setelah masa pembuangan, karena situasi politik
tafsirannya lebih mendalam mengenai relegius PL.
§ Apokaliptik
Kristiani muncul pada saat situasi yang konkrit pada waktu itu.
§ Adapun
perbedaan apokaliptik PL dan PB adalah perjanjian lama apokaliptik menyusul
Kenabiaan, dan PB keduannya bergabung.
§ PL
memusatkan pada sabda Allah, akan tetapi Apokaliptik PB acuannya adalah Kristus
yang terakhir dari sejarah ini. Dan ini sangat jelas dalam kitab Wahyu.
§ Dalam
lingkungan Yahudi, kitab Daniel adalah puncak dari apokaliptik, kemudian
sejarah itu makin melemah dan pada akhirnya diganti oleh rabinisme.
§ Dalam
lingkungan Kristen juga demikian, arus ini mendapat bentuk yang paling baik
dalam kitab Wahyu, kemudian arus semakin melemah, dan digantikan oleh
komentar-komentar dan homily.
B. PENGARANG KITAB WAHYU
§ Kitab
Wahyu memberikan beberapa keterangan mengenai nama pengarannya:
a)
Namanya Yohanes (1:1,4,9;22:8).
b)
Menempatkan dirinya dalam kalangan para
nabi (22:9)
c)
Hamba Allah (1:1)
d)
Ia juga mengatakan tempat tinggalnya
yaitu dipulau Patmos (1:10), kemungkinan dibuang oleh bangsa Romawi
§ Surat
ini dikirim kepada 7 Gereja (2:1-3;3).
§ Pada
abad ke 2, ada beberapa pertanyaan yang diajukan mengenai penulis kitab ini?
Apa hubungan Yohanes ini dangan Yohanes Rasul? Apakah pelihat dalam kitab ini adalah
pengarang injil dan surat2 Yihanes? Ada bebera jawaban, diantarannya adalah jawaban tradisional, seperti:
1.
Pada abad ke 2, Papias, Yustinus Martir
menghubungakan Kitab ini dengan Rasul Yohanes.
2.
Pandapat ini mendapat dukungan yang luas
dari Melito dari Sardis, Klemens dari Aleksanderia, dan Irenius, Hipolitus,
Prolog Anti Marcion, dan Tertulianus.
§ Pada
abad ke 3, muncul pendapat-pendapat yang berbeda, khususnya di wilayah Timor.
§ Di
wilayah ini ada cukup banyak orang yang meragukan asal usul rasuli kitab ini,
dengan demkian kanonitasnya juga diragukan, seperti
1.
Dionisius dari Aleksanderia (264/265).
Ia membuat perbandiangan teliti mengenai bahasa, gaya dan pikiran yang terdapat
dalam injil Yohanes dan surat2nya yang pertama (1Yoh) dengan yang terdapat dalam
kitab Wahyu. Dan ia mendapat sebuah kesimpulan bahwa Injil Yohanes dan 1 Yoh
itulah yang ditulis oleh Rasul Yohanes.
2.
Sekolah Antiokia menola asal usul kitab
ini
3.
Gereja Siria tidak menerima samasekali
kitab ini.
§ Dikarenakan
pengaruh yang berasal dari Athanasiuslah kitab ini mulai tumbuh di timor.
§ Sedangkan
Injil Yohanes, Surat Yohanes dan Kitab Wahyu diterima sebagai tulisan oleh
Rasul Yohanes di Barat.
§ Ada
beberapa petunjul interen yang menghubungakan kitab Wahyu dan Injil Yohanes,
diantaranya
o Dalam
kedua tulisan ini, Kristus disebut “Anak Domba” (Yoh 1:29-36), dalam Wahyu
dipakai 28 kali dengan mengunakan kata Yahudi yang berbeda.
Hubungan
Injil Yohanes DENGAN Wahyu
|
NO
|
KATA
|
INJIL
YOHANES
|
KITAB
WAHYU
|
|
1
|
Nama-Nya
adalah sabda Allah
|
1:1-14;
|
19:13
|
|
2
|
Gambaran
mempelai bearti Umat Allah
|
3:29
|
21:2-9;
22:17
|
|
3
|
Kehidupan
dilambangakan dengan air
|
4:`10,st
7:38
(Air
Hidup)
|
7:17;21:6;22:1-17
(air
kehidupan)
|
§ Dalam
hal ini juga, ada banyak hal yang membedakan tulisan ini, seperti pada
perbedaan bahasan dan perspektif eskatologis.
§ Bahasa
Yahudi yang digunakan dalam injil adalah sederhana dan benar, dan ini tidak ada
dalam kitab Wahyu.
§ Penulis
rupanya seorang Yudeo-Kristen yang berpikir dalam bahasa Aram dan
memterjemahkan pikirannya dalam bahasa Yunani yang tidak terlalu ia ketahui.
§ Eskatologi
kitab Wahyu diwarnai dengan pendangan dan lambing-lambang dari tradisi
apokaliptik.
§ Paham-pahan
yang sering ditemukan dalam injil, jarang ditemukan dalam kitab Wahyu.
§ Contohnya.
Dalam injil Yohanes: Percaya 98 kali, akan tetapi dalam Wahyu tidak ada,
sedangkan dalam Wahyu iman dikatakan 4 kali, dalam injil Yohanes tidak ada.
§ Sebagai
sebuah jawaban yang dapat digunakan yang diberikan oleh penafsir katolik,
adalah menurut tradisi Rasul Yohanes memiliki wibawa yang amat kuat di Asia,
sampai akhir abad pertama. Dan ialah yang memberikan ispirasi kepada semua
tulisan Yohanes. Dan kemungkinan lewat salah satu sekolah kateketik di Efesus,
dan redaksi dilakukan oleh beberapa murid yang kurang lebih mengenal
pikirannya.
C. TAHUN PENULISAN
§ Beberapa
pendapat yang berbeda mengenai tahun penulisan kitab Wahyu, seperti
a)
Ada yang berpendapat bahwa kitab wahyu
ditulis pada pemerintahan kaisar Claudius (41-54 M).
b)
Ada yang menghubungkannya dengan
pemerintahan kaisar Nerva (96-98), atau kaisar Traianus (98-117).
c)
Pendapat yang banyak menganai tahun
penulisan kitab ini adalah pada waktu pemerintahan kaisar Domitianus (81-96),
yang menjelang akhir pemerintahannya menganiayaan orang Kristen.
§ Irenius,
Klemens dari Aleksanderia dan Origines mendukung pendapat bahwa kitab ini
ditulis pada masa pemerintahan Domitianus. Pendapat ini juga amendapat
penegasan dari Eusebius dan Victorinus dan diikuti oleh Hironimus.
§ Kitab
Wahyu juga memberikan petunjuk-petunjuk, terutama pada surat yang dikirimkan kepada
7 Gereja.
§ Penganiayaan
orang Kristiani di Asia dikarenakan tidak mau menyembah kaisar.
§ Sejarah
Gereja mencatat bahwa penganiayaan orang Kristen yang pertama adalah kaisar
Nero, akan tetapi dalam kitab Wahyu penganiayaan yang terjadi lebih besar dari
pada penganiayaan oleh Kaisar Nero.
§ Penganiayaan
Kaisar Nero adalah menuduh orang Kristen membakar kota Roma, sedangakan
penganiaayaan oleh Kaisar Domitianus adalah memaksa orang untuk menyembah
Kaisar karena kaisar adalah Tuhan dan Allah kami.
§ Dalam
kitab Wahyu 13:18 dan 17:9-11 disebut secara kabur mengenai kaisar yang
memerintah pada waktu Yohanes menulis.
§ Sebagai
sebuah kesimpulan, rekdaksi terakhir kitab Wahyu di buat di Asia pada akhir
pemerintahan kaisar Domitianus tahun 90-96.
D. CIRI-CIRI SASTRA
§ Ada
anggapan bahwa kitab ini adalah kitab yang paling tidak jelas dalam PB.
§ Cara
penulis menuangkan pikirannya seperti bahasa, dan lambing-lambang yang aneh.
§ Pada
umumnya, kitab Wahyu ini dipengaruhi oleh 3 bentuk sastra, diantaranya
Apokaliptik, Kenabiaan dan Surat.
1. Apokaliptik
o
Why 1:1-13 dengan jelas menghubungkan
kitab ini dengan tulisan tradisi apokaliptik, yaitu jaman setelah pembuangan.
o
Isi dari kitab ini adalah berkenaan
dengan sesuatu yang harus segera terjadi, maksudnya adalah penyelesaian atau pemenuhan
sejarah seperti yang ditentukan oleh Allah.
o
Tulisan tradisi apokaliptik suka
mengunakan kata lembang-lambang, dan hal tersebut ada terdapat dalam kitab
Wahyu dan dengan mengunakan lambing-lambang ini menghubungkan kitab wahyu
dengan tulisan apokaliptik.
o
Lambing-lambang yang digunakan oleh
kitab Wahyu diambil dari tradisi kenabian, misalnya adalah
a)
Wanita melambangkan jemaat (12:1) atau
sebuah kota (17:1)
b)
Tanduk lambang kekuasaan (5:6;12:3)
c)
Mata melambangkan pengetahuan (1:14)
d)
Sayap berbicara mengenai mobilitas (4:8)
e)
Terompet melambangakan suara ilahi,
adikodrati (1:10)
o
Angka juga merupakan lambang yang
penting, seperti
a)
7 (54 kali) kesempurnaan, kepenuhan,
b)
12 (23 kali) mengingatkan kita kepada 12
susu Israel dan mengatakan bahwa umat Allah sudah mencapai pada kesempurnaan
akhir
c)
6 (16 kali) melambangkan universalitas
dunia
o
Pemakaian lambang2 dalam apokaliptik
hanya bermaksud bahwa misteri yang mau diungkapkan amat dalamsampai tidak dapat
didefinisikan.
o
Pewahyuan hanya dapat diberikan dengan campur
tangan Roh, yang merasuki Yohanes (1:10), segalanya diberikan kepadanya dengan
melalui penglihatan.
o
Sedangakan malaikat adalah bertindak
memberikan penjelasan kepada pelihat.
o
Kitab wahyu ini ditujukan kepada 7
Gereja di Asia yang sangat mungkin mewakili gereja universal.
2. Kenabiaan
o
Yohanes diberi perutusan dan tugas
dengan melalui penampakan awal (1:9-20).
o
Ia mendengarkan sabda Allah (10:11) dan
meminta kepadanya untuk meneruskan kepada saudara2nya.
o
Ia menyebut bukunya sebagai nubuat
(1:3).
o
Dalam PL, nabi dugunakan hanya ada 2
kali dalam PL alan tetapi dalam Kitab Wahyu ada 7 kali (10:7), dengan adanya
petunjuk2 ini Yohanes sadar bahwa ia dalam arus teradisi kenabian.
o
Kitab wahyu adalah contoh kenabiaan yang
sangat baik
3. Surat
o
Kitab ini dibuka dan ditutup dengan gaya
subuah surat yang biasa ditulis dalam kalangan jemaat Kristiani (1:4-6;22:21).
o
Pesan yang disampaikan kepada 7 gereja
juga dalam bentuk surat.
4.
Jemaat
yg dituju:
Wahyu
1:9-20
Jemaat: Dalam kesususahan
7 Jemaat: Efesus, smirna, pegasus, tiarta, sardis,
filadelfia, loadik
§ Wahyu:
menjelaskan masing-masing derita yang dialamai ke-7 jemaat tersebut
Kesusahan punya dua makna: intern dan ekstern
§ Langusung
ditujuakan kepada ketujuh jemaat di Asia, angka 7 menjadi satu lambang.
§ Umat
yang mendapatkan surat ini: Umat yang sedikit terganggu imannya.
Umat yang terganggu
1.
Dari dalam (intern)
§ Ada
gangguan dari dalam dirinya, terdapat ketegangan-ketegangan, muncul rasul-rasul
gadungan sinkratisme agama dan sebagainya.
Kerajaan Allah sudah dekat ® Umat binggung dengan pilihan
2.
Dari luar (ekstern)
§ Umat
takut kepada pemerintah, golongan lain,
fakta politis
§ Ada
2 penguasa: roma (70th) dan kaisar Yahudi.
Dalam
keadaan seperti ini wahyu mengajak umat untuk bertekun dan bertahan dalam
kesusahan yang sudah ada dan akan datang
5.
Maksud
dan tujuan Pengarang
§ Berkaitan
dengan situasi dan latar belakang
Maksud dan tujuan
§ Memberi
dorongan kepada jmaat untuk tabah sekaligus memberi penghiburan
§ Allah
campur tangan dalam penghakiman (lih 2:7b)
6.
Tema-tema
Teologi
§
Allah
§ Kristus
§ Roh
Kudus * Dihubungkan dengan latar
belakang
§ Gereja
1. Pandangan tentang Allah
Allah
yang adil: Jangan takut, dengan situasi yang ada
(kekuatan yang baik-jahat)
Allah
Bapa: Untuk jemaat
Allah
Ku: Ku;
dia yg memiliki ke-7 Roh Allah, yakni Yesus Kristus yang adalah Wahyu
(dikarunikana Allah)
§
Sebuah relasi yang mendalam, jika
dipisah mengalami keterlukaan
§
Kaitan dengan kepemilikan: hubungan
mendalam mempunyai daya cipta, bisa membuat sesuatu.
§
Relasi yang Real® yang efektif.
Hubungan
dengan Tujuan dan latar belakang:
§
Allah
ku:
Dalam kooferatif pencipta
Budaya cipta (kekuatan yang sama,
cipta yang sama, menentukan yang sama)
§ Jadi
jangan takut jadi pengikut Kristus, Allah Bapa itu bukan Allah Yahwe, karena
apa yang dikatakan Yesus punya daya yang sama dengan Allah Bapa
Allah kita: Bukan
saja menjadi Allah Kristus, tetapi Allah kita ®
punya kreatifitas (Allah menjadi bagian dalam hidup kita) Allah kita
§ Jika
sudah milik, tidak ada hak kontrak. Peneguhan kepada jemaat
Hidup: Allah
yang hidup (yang abadi)
Dampak
bagi kepemilikan, Allah itu hidup (faktor kehidupan yang menetukan
kongres/tumbuh
dan
berkembang terus menerus)
Allah
yang hidup® menganadaikan
adanya kehidupan (mengatasi keterbatasan manusia yang
bisa
mati).
§
Jadi jangan takut untuk bersatu dengan
Allah, biarpun kamu bisa mati (kamu tetap hidup) ®
Membuka penghiburan, peneguhan dan seterusnya kepada jemaat
2. Pandangan tentang Kristus
Yesus:
Realitas
yg sebenaranya (masuk dalamkehidupan manusia) sejarah umat manusia
Maka Yesus Kristus diimanai dalam
jemaat® adalh Real
bukan imajinasi
Penganiayaan yang terjadi® mungkin keterlibatan langsung dari apa
yang diakatakan (rell)
Yesus
Krsitus: yang diimani adalah pribadi (mesias) san pembebas
Maka jadi pengikut Kristus (yang
adalah pembebas) Ia tidak akan tinggal diam.
Tuhan
Raja: Tentu Punya kuasa/tahta (memiliki kekuatan dalam
menghadapi musuh)
Tuhan (tuan): Mu (Bapa) Tu(h)an®tuan dari segalanya
Good Allah ® berkaitan dengan Dewa-dewa/menempati
alam semesta
Lord®
Tuhan (mengarah pada sesembahan) pemilik alam semesta
Anak
Domba: korban perdamaian (dengan damai tidak perang) musuh
dibinasakan, musuh terbesar adalah (maut)
Seperti
anak Manusia: tidak sama (tapi serupa) manusia tidak
punya kekuatan yang dahsyat.
Firman
Allah: Bukan statis/tapi dinamis® merupakan trasendensi dari Allah,
(keagungan Allah) ditempatkam secara istimewa dalam kontek dinamis pemenuhan
sejarah (penyelamtan Allah)
Mengikuti Kristus® Memperoleh keselamatan
Yang
Benar: Kristus (yang benar) menyangkut sesuatu yang dibawa
menjadi (saksi) kebenaran
Jadi:jangan takut mengkiuti Krsitus
(saksi kebenaran)
Yang
kudus: Dari Allah (kudus) Dia (kudus) konteks kekudusan
(Allah ® kembali pada
Allah) juga akan membawa para pengikutnya.
Yang
hidup: Kematian bagi
Yesus (bukan akhir-tapi hidup) untuk selamanya
Yang
pertama-terakhir: sejarah keselamatan (sejak dunia
diciptakan) Allah (A) Kristus (W)
Saksi
yang setia: kristus adalah saksi yang setia (rencana
penyelamatan Allah (amin) dan meng-iyakan (sang setia)
3. Pandangan tentang Roh Kudus
Kata “Roh”
1.
Ay.10 ®
beda dengan ay.4 ketujuh (roh) merupakam aktualisasi dari ay.10 Ke-7 roh ® (r) Roh (ay.10) ® ke tujuh jemaat
2.
Ay.7®
mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat. Roh Allah® kaitan dengan ke-7 roh Allah
Aktualisasi
bukan hakekat
Kitab
Wahyu tidak
E. PANDANGAN-PANDANGAN TEOLOGI KITAB
WAHYU
§ Kitab
ini membaca sejarah dunia nyata dalam terang pendangan iman, artinya seluruh
peristiwa yang terjadi merupakan rencana penyelamatan Allah.
§ Perperangan
yang terjadi adalah antara perperangan positif dan negatif.
§ Sebenarnya,
padanagan toelogis kitab ini sama dengan tulisan dalam perjanjian baru, akan
tetapi yang membuat perbedaannya adalah Allah, Kristus, Roh Kudus dan Gereja.
1. Pandangan tentang Allah
|
NO
|
Nama
|
Ayat
|
Arti
|
|
1
|
Allah
65 kali
|
1:1-9
|
Wahye,
Elohim
|
|
2
|
Tuhan
Allah, yang Mahakuasa
|
1:8
|
Kekuatan
Ilahi yang akan menghancurkan segala macam kekuatan, yang dinyatakan dalam
sejarah keselamatan
|
|
3
|
Kudus
|
4:8
|
Keadilan
mutlak, kesetiaan dan ketetapan hati
|
|
4
|
Adil
|
16:5
|
Dikaitkan
dengan pribadi Allah
|
|
5
|
Yang
duduk di atas tahta
|
6:16
|
Kuasa-Nya
atas segala sesuatu
|
|
6
|
Bapa
Kristus
|
|
|
|
7
|
Allah-ku
|
3:2
|
Diungkapkan
Kristus® Hub real dan
berdaya cipta antara Bapa-Kristus.
|
|
8
|
Allah
Kita
|
12:10
|
Berhubungan
dengan sebuah perjanjian, kontrak
perjanjian
|
|
9
|
Hidup
|
4:9
|
Allah
yang mengatasi tingkat manusiawi
|
|
10
|
Dia
yang ada dan yg sudah ada dan yg akan datang
|
1:4
|
Mengungkapkan
Allah yang berkuasa atas seluruh
sejarah
|
2. Pandangan Tentang Kristus
|
No
|
Nama
|
Ayat
|
Arti
|
|
1
|
Yesus
|
1:9
|
Diapakai untuk
menunjukan perhatian besar kepada Yesus
|
|
2
|
Yesus Kristus
|
1:1
|
Menunjukan
mesiasnitasnya
|
|
3
|
Tuhan, Raja
|
11:8,
17:14
|
Menunjukan Kekuatan
Kristus, Bahwa Ia Adalah Tuan atas segala tuan dan Raja atas segala raja
|
|
4
|
Anak domba
|
|
Kristus disebut anak
domba paskah yang dibunuh, dimuliakan
|
|
5
|
Seperti anak man
|
1:3
|
Gelar yang diberikan
bukan dalam konteks Kristologi tapi langsung dari kitab nabi Daniel
|
|
6
|
Firman Allah
|
19:13
|
Menyatakan keagungan
dan transeedensi Kristus (pemenuhan sejarah keselamatan Allah)
|
|
7
|
Anak Allah
|
2:18
|
Seperti halnya Allah
disebut Bapa Kristus
|
|
8
|
Yang benar
|
3:7
|
Gelar ini paling
jelas mengungkapkan peranan kesaksian Kristus
|
3. Pandangan tentang Roh Kudus
§ Pandangan
tentang Roh kudus dalam Kitab Wahyu: Tidak teratur, kalau disusun dapat membuat
suatu gagasan yang menarik.
§ Roh
dalam PL (Roh itu milik Allah ”merupakan kekuatan”) ternyata juga merasuk dalam
diri penulis kitab Wahyu, “roh kekuatan” ®
itu juga milik Kristus. Ia mempunyai 7 Roh, artinya Roh dalam keutuhan, dan
mengutusnya kedunia.
§ Roh
tersebut menjadi nyata ketika turun kedunia (Gereja)
4. Pandangan Tentang Gereja
§ Allah® mewahyukan diri dalam Kristus (saksi
setia) ® mengutus Roh
yang Ia terima kedalam Gereja.
§ Penulis
kitab Wahyu mengartikan Gereja sebagai jemaah setempat, ditempat tertentu
(menjadi 7 jemaah) sebenarnya adalah seluruh gereja yang tidak mengenala
batas-batas lingkup tertentu.
§ Dalam
dua lambang (kota-mempelai) ada sintesis mengenai pandangan tentang Gereja
(seperti pengantin perempuan-kota)
Berkat
kesatuan dengan Kristus sang kepala ®
ada relasi yang berhubungan dari keduanya (sintesis)
Kaitanya:
jangan khawatir dicintai®
Kristus lebih mencintai kamu jadi dengan demikian (kudus)
BAB
V
SUSUNAN
DAN ISI KITAB WAHYU
§ Dalam
bentuknya, kitab ini merupakan permenungan mengenai Gereja, artinya kehidupan
Gereja tergantung pada Allah yang adalah Tuhan atas sejarah, pada Yesus adalah
saksi yang setia dan Roh Kudus yang berdoa di dalam Gereja.
§ Berikut
adalah garis besar dan isi kitab ini.
A. SUSUNAN KITAB WAHYU
§ Kitab
ini merupakan satu kesatuan sastra yang dibuka dengan pendahuluan (1:1-3), dan
diakhiri dengan penutup (22:6-21).
§ Isi
dari kitab ini ada 2, yaitu:
b) 7
surat kepada 7 jemaat, dan
c) Dibagi
menjadi 5 bagiaan
1)
Pendahuluan yang berisi tentang
“penglihatan” sebuah tahta, Anak Domba, dan penyerahan gulungan kitab dan 7
materai (4:1-5:14)
2)
Materai yang berisi pembukaan 6 materai.
Yang pertama oleh Anak Domba, dan yang lain (6:1-7:17).
3)
Sangkakala berisi peniupan 6 sangkakala
(8:1-11:14)
4)
Bagian 3 tanda (wanita, naga ular dan
malaikat) (11:15-16:16)
5)
Bagian penutup, mengambarkan hari besar
kita Kristus campur tangan ketika terakhir kalinya.
B. GARIS BESAR ISI KITAB WAHYU
1.
Pendahuluan
(1:1-3)
2.
Bagian
pertama, surat2 kepada 7 jemaat (1:4-3:22)
f)
Pendahuluan liturgy (1:4-8)
g)
Pengalaman akan kristus yang telah
bangkit (1:9-20)
h)
Surat kepada 7 jemaat (2:1-3:22)
3.
Bagan
kedua, menafsirkan sejarah dalam terang iman (4:1-22:5)
1) Membaca
pristiwa-peristiwa yang harus terjadi (4-5)
2) Pewahyuaan
mengenai makna sejarah tahap demit tahap : 7 materai (6-7)
3) Sejarah
penyelamatan berjalan maju: sangkakala (8:1-11;14)
4) Pertempuran
antara kekuatan baik dan kekuatan jahat; mencapai puncaknya 3 tanda
(11:15-16:16)
5) Penyelesaian
sejarah penyelamatan: pelacur dihukum dan memperoleh kemenangan (16:17-22:5).