Rabu, 14 Januari 2015

Ringkasan, Injil Yohanes



BAB I
SEKILAS TENTANG INJIL YOHANES

A.  INJIL YANG MENDALAM
Apa mendalam:
§  Dari segi isinya yang mendalam merupakan suatu bentuk pewartaan yang sangat matang.
Mengapa mendalam dan matang:
§  Hal ini terjadi karena didasarkan atas permenungan yang cukup panjang (ditulis/dikarang antara tahun 90-100) setelah Yesus wafat dan bangkit. Sebelum injil Yohanes ada, Injil sinoptik (Matius, Markus, dan Lukas).
§  Sudah melalui dinamika pewartaan gereja perdana
§  Mendalam karena terbuka terhadap (karya Allah), permenungan atas dasar terang dari (Roh Kudus).
§  Injil ini lebih menekankan pada segi Rohani daripada segi jasmani, sedangkan Injil sinoptik menekankan segi Jasmani.
Letak Perbedaan:
o  Dibalik sesuatu peristiwa, melihat atau menjawab akar permasalahan (Injil Yohanes) menekankan mengapa peristiwa itu terjadi dan penyebab terjadinya.
o  Sedangkan injil sinoptik menekankan segi informasi.
Buktinya:
o  Injil Yohanes seringkali menggunakan tanda-tanda atau simbol-simbol. Yaitu ungkapan yang ingin menyampaikan sesuatu yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Simbol itu sendiri ialah ungkapan dari apa yang dikatakan.
B.  PENGARANG INJIL YOHANES
®  Pertama-tama harus dibedakan antara penulis (writer) dan pengarang (artur), pengarang itu sendiri tidak harus menulis sendiri. Adapun kemungkinan-kemungkinan yang dapat diindikasikan dari siapa pengarang dan penulis injil yohanes dapat dilakukan dengan
C.  KAPAN INJIL INI DITULIS
§  Ditulis sekitar tahun 90-100, alasannya ialah:
1.    Di mesir ditemukan fragmen-fragmen Injil Yohanes (menurut para ahli purbakala berasal dari tahun 135-150 dari awal abad II) fragmen-fragmen itu disebut Papyrus Rylands 475. Dari sini dapat disimpulkan bahwa penulisannya sudah pasti Injil Yohanes ditulis jauh sebelum penyebarannya ke Mesir.
2.    Ada suatu buku di temukan dimesir yang sejaman dengan Papyrus Rylands 475. Ini merupakan karya yang ditulis berdasarkan injil-injil sipnoptik dan juga injil Yohanes. Jadi sudah tentu injil Yohanes sudah ditulis jauh sebelumnya.
3.    Dalam tulisan-tulisan Ignasius dari Anthiokhia (kurang lebih tahun 110) ada kalimat yang rupanya diambil dari injil Yohanes.
§  Ini mengandaikan bahwa injil Yohanes sudah ditulis  sebelum tahun diatas. Mungkin antara 90-100
D.  PENULISAN INJIL YOHANES MENGALAMI PROSES
§  Jika penulisan injil Yohanes dilakukan antara tahun 90-100 bukan bearti injil ini langsung sekali jadi, tapi memerlukan proses.
§  Paling tidak ada dua tangan yang menulis injil Yohanes ini dapat dilihat dari:
1.    Ada dua penutup Injil (20:30-31) dan (21:24-25).
2.    Urutan bab 5,6,dan 7 tidak begitu logis kalau dibalik 6-5-7 6: Yesus di Galilea; Yoh 4 juga di Galilea 5: Yesus berangkat ke Yerusalem kalau urutanya dibalik menjadi bab 6-5 dan bab 7:  Yesus berada di Yerusalem dan di Yudea
3.    Pada 14:31, Yesus mengakiri kotbahnya tapi masih berbicara panjang lebar sampai 18:1
4.    Ada bagian yang nampak di perdobelkan misalnya, 5:19-25 sama dengan 5:26-30, bab 14 sama dengan bab 16
Dapat disimpulakn bahwa dari bebrapa temuan ini, maka dapat kita simpulkan bahwa paling tidak mengandaikan dua tangan atau lebih yang mengarap injil ini.
E.  TUJUAN PENULISAN INJIL YOHANES
Ada dua tujuan dari penulisan injil Yohanes, diataranya:
1.    Supaya kita percaya kepadaYesus Kristus
2.    Supaya dengan percaya kepadanya kita memperoleh kehidupan
§  Kata “hidup” sering dipakai dalam injil Yohanes® Yesus pemberi hidup kekal kepada kita kepada manusia ®Sering kali dalam injil Yohanes menggunakan kata hidup/kehidupan: maka inijl ini sering disebut sebagai “Injil Kehidupan”
Jadi tujuan utama:
®  Pada akhirnya ialah sama seperti Yesus turun ke dunia, supaya semua orang percaya kepada kepada-Nya, dan karenanya memperoleh hidup kekal.
Ini berarti: Untuk menguatkan iman para pengikut Kristus, sekaligus mengajak orang yang belum percaya supaya percaya kepada Yesus Kristus (pemberi kehidupan ilahi).
          Tujuan lain:
®  Untuk melawan pengikut Yohanes pembaptis, ® memandang Yohanes pembaptis sebagai guru mereka.
®  Untuk menyemangati orang-orang kristen Yahudi yang sudah dikucil oleh saudara-saudaranya dan bangsanya.
F.   LATAR BELAKANG INJIL YOHANES
§  Injil ini dipengaruhi oleh banyak berbagai pikiran.
1.    Perjanjian Lama
§  Injil ini pertama-tama dipengaruhi oleh Perjanjian lama® ide-ide/gagasan ditemukan sebanyak 27 kali refrensi dari Perjanjian lama (Menurut Brown) tidak mengutip.
§  Injil ini kebanyakan diresapi oleh tema-tema dalam Perjanjian lama.
§  Menurut C.H Dodd® ada dua aliran yang dapat ditemukan dalam injil Yohanes yakni aliran:  Yudaisme Rabinis dan yang lainya adalah filsafat agama Helenisme
Ciri Yudaisme Rabinis® kemahiran menggunakan Alkitab secara bebas. Dari hal itu penginjil Yohanes terpengaruh menggunakan Perjanjian lama secara intensif dan bebas. Diandaikan penginjil ini (melihat kehadiran “yang tersembunyi” itu secara mendalam)
2.    Yudaisme Rabinis
Ialah paham-paham Yahudi seperti tercermin dalam tulisan para Rabi.
1.    Paham tentang mesias
Menurut Yohanes:
o  Yoh 7: 27: Orang Yahudi tidak mau percaya kepada Yesus sebagai Mesias (karena Yesus itu berasa dari Galilea) ® mereka berpandangan bahwa:
1.   Tidak ada seorang yang mengetahui asal-usul Mesias (Faham mereka tentang “Masias yang tersembunyi”)
2.   Pribadi yang bangkit dari alam perjanjian lama, seperti Elia yang dinubuatkan akan kembali memperkenalkan Mesias kepada dunia.
3.   Membebaskan rakyat dari penjajahan.
o  Yoh 7:31: Mesias mampu mengadakan Mukjizat-mukjizat (hal ini sesuai dengan paham waktu itu).
o  Yoh 7:42 : Mesias berasal dari keturunan Daud.
o  Yoh 12:34: Tidak menerima Yesus itu sebagai Mesias, sebab Dia sendiri harus ditinggikan (artinya wafat di kayu salib) Orang Yahudi itu yakin bahwa Mesias itu kekal (tidak dapat mati).
2.    Ide tentang taurat
o  Taurat sangat diagungkan bahkan merupakan (santapan atau sumber Kehidupan/memberi hidup).
o  Taurat digambarkan sebagai roti, air, anggur, atau cahaya yang memberi hidup® mungkin sekali Yohanes ingin menyangkal kepercayaan ini. Bukan taurat musa yang memberi semua ini tapi® Yesus Kristus. (Hukum taurat diberikan musa, tapi kasih kebenaran datang oleh Yesus Kristus)
o  Yohanes dalam injilnya mengidentikan Yesus dengan taurat Musa atau diarahkan ke taurat (roti hidup).
o  Taurat juga kerapkali disamakan dengan kebijaksanaa:
1.   Taurat sudah ada sebelum dunia diciptakan (Ams 8:22)
2.   Taurat digambarkan sebagai puteri Allah
3.   Taurat merupakan wakil/pelaksana “alat” yang dipakai Allah dalam penciptaan.
Ciri-ciri taurat ini mirip dengan ciri-ciri Sang sabda dalam prolog (Yoh 1:1-18).
G. HUBUNGAN ANTARA INJIL YOHANES DAN SYNOPTIK
§  Injil Yohanes lebih menekankan tentang Firman dari pada karya-karyaNya.
§  Yohanes juga menampilkanYesus yang banyak berbicara (banyak ngomong)
Apa perbedaanya:
1.    Injil Yohanes     : Yesus berkarya di Yahudi/Yerusalem
2.    Injil Synoptik     : Disekitar Nazaret atau Galilea
Yang paling dominan ialah:
1.    Perjamuan terakhir
     Injil Yohanes     : Diadakan satu hari sebelum orang-orang yahudi makan Paskah
     Injil Synoptik     : Pada saat makan Paskah
2.    Membersihkan Bait Allah
     Injil Yohanes     : Dilakukan Yesus diawal pelayanan-Nya
     Injil Synoptik     : Diakhir Pelayanan-Nya
3.    Injil Yohanes     : Menekanan sifat Rohani
     Injil Synoptik     : Lebih menekankan Sifat Jasmani
a)    Persamaan antara Yohanes dan Markus:
§  Mrk bab 1: 4-8 ® bab 1:19-36 : Karya dan kesaksian Yohanes pembaptis
§  Mrk bab 1:14 dst ® bab 4:3 : Keberangkatan ke Galilea
§  Mrk bab 6: 33-44 ® bab 6:1-3 : Mukjizat roti
b)   Persamaan antara Yohanes dan Lukas:
§  Persamaan tema teologis
®  Pentingnya kota Yerusalem dalam hidup Yesus (“menjadi murid Yesus) dengan iman kepada Yesus dan kepada Roh Kudus.
®  Gagasan mengenai turunya Roh Kudus sesudah Yesus naik kesurga
§  Persamaan beberapa nama orang: Maria, marta, Lazarus, dan Siloam.
§  Persamaan Ungkapan seperti “Kasih Allah” dan “memilih dua belas” dst.
Hubungan antara injil Yohanes dan lukas (berhubungan dengan Matius dan Markus) berikut adalah empat kemungkinan:
1)   Kemungkinan Yohanes bergabung pada injil Lukas
2)   Kemungkinan mereka bergantung pada sumber tertulis
3)   Mereka juga kemungkinan sama-sama bergantung pada sumber lisan.
4)   Yohanes dan Lukas® bergantung pada sumber yang berbeda tetapi yang parelel hampir sama. (Para ahli cendrung mengikuti proses kemungkinan yang ke empat).
H.  STRUKTUR INJIL YOHANES
1.    Prolog: pendahuluan (1:1-18)
Isinya: Firman, Allah (bapa), Yohanes, taurat, orang-orang kepunyaan, hidup abadi: Roh kudus.(Merupakan inti/kisah cinta kasih Allah)
®  Madah tentang sabda: Berfungsi sebagai pengantar seluruh injil
2.    Buku tanda-tanda (1:19-12:50)
Yoh 1:11-12: Mewakili tanda-tanda (dalam prolog)
Ay 12: Ringkasan dari kemuliaan, percaya pada tanda maka akan mendapat kemuliaan.
®  Berbicara tentang tanda-tanda (mukjizat) yang dibuat Yesus, serta kotbah-kotba® untuk menerangkan tentang tanda-tanda tersebut.
3.    Buku kemulian (13:1-20:31)
Yoh 1:12 (menerimanya: Diberi kuasa supaya menjadi anak-anak Allah)
®  Berbicara mengenai “saat”: Meliputi wafat dan kebangkitanNya.
4.    Epilog (21:1-25)
®  Kisah penampakan yang ditambahkan.
I.     GAYA SASTRA YOHANES
Gaya adalah model yang dipakai, sedangkan sastra adalah karangan. Secara definitif dapat diartikan sebagai model atau karangan yang dipakai oleh Yohanes, adapun model karangan yang dipakai Yohanes antara lain:
1.    Ketidak mengertian
®  Orang dianggap/dinyatakan seolah-olah bodoh dan hal ini dimanfaatkan oleh penginjil Yohanes untuk menjelaskan.
®  Pengertian kata punya arti ganda contoh andaikan (Yoh 3:3)
2.    Ironi
(mirip dengan ketidak mengertian) namun maknanya lebih tajam.
®  Lawan bicra seolah-olah memberikan olok (mengolok) namun sebenarnya itu merupakan suatu kebenaran (yang mendalam)
3.    Simbolisme
®  Mengunkan tanda-tanda atau simbol-simbol
®  Yohanes 2 ®Air anggur sebagai perjanjian baru)
®  Terang-gelap
®  Bait Allah.
J.    BENTUK ATAU STILE YOH
1.    Inclusio
®  Gagasan awal, diselingi oleh gagasan lain, namun pada akhirnya juga kembali pada gagasan awal.
2.    Parallelisme
®  Gagasan akhir menjadi awal, dan gagasan berikutnya dan setarusnya, contohnya diprolog
3.    Konsentris
®  Puncak gagasan ditekankan (puncak menjadi gagasan) disertai oleh gagasan lain sebagai penunjang gagasanya.
4.    Parallel atau spiral
®  Ide gagasan pertama menjadi gagasan selanjutnya dan seterusnya
®  Menyambung dan runtun (spiral)

BAB II
CONTOH TAFSIR PENDAHULUAN INJIL YOHANES (1:1-15)

A.  PROLOG (1:1-18)
®  Gagasan yang sangat penting untuk senantiasa menjadi pedoman adalah bahwa setiap orang akan mengalami kebahagian hidup apabila percaya kepada-Nya.
Yoh 1:1-18
§  Asal-usulnya
§  Strukturnya
§  Fungsi dalam keselamatan injil Yohanes
1.    Asal-Usul Yohanes 1:1-18 (Kemungkinan)
§  Madah Gnostik® Untuk Yohanes pembaptis (ada keberatan)
§  Madah kristiani (Bdk, Flp 2:6-11, Kol 1:15-20, 1 Tim 3 :16, Ibr 1:2-5)
§  Pendahuluan injil ditulis sesudah injil disusun/sebelum® Ayat 10-11dan 12 untuk menyiapkan.
a)    Madah Gnostik
§  Genostik adalah yang hidup dan berkembang dikalangan pengikut Yohanes Pembaptis
§  Disusun oleh pengikutnya yang cendrung ke arah genostisme (mereka menghormati Yohanes sebagai cahaya dan sang sabda yang menjelma menjadi manusia)® Penginjil mengambil alih madah tersebut dan menerapkan pada diri Yeusus bukan sebaliknya.
(Teori Bultmann dewasa ini banyak ditolak oleh para ahli)
b)   Madah Kristiani
§  Madah yang hidup dan berkembang dikalangan pengikut Kristus (th 68)
§  Yesus ditampilkan dari pra-eksistensiNya pada Allah bapa sampai dengan penjelmaanNya sebagai penyelamat.
§  Maka para ahli menyimpulkan bahwa prolog Yohanes adalah madah Kristiani yang semula berdiri sendiri ® digabungkan pada injil Yohanes.
Hanya Kemungkinan kecil
c)    Pendahuluan Injil
§  Sebelum injil disusun: Tujuannya ialah mempersiapkan pembaca (10-11) buku tanda-tanda dan buku kemulian.
§  Sesudah injil disusun: Rangkuman
Prolog (besar)
§  Alasan ialah tema-tema pokok dalam prolog dijumpai kembali dalam injil, kecuali yang langsung secara eksplisit tersebar.
§  Tentang: Sang sabda, kasih karunia, dan kepenuhan
§  Isi: Roh kudus secara eksplisit tidak terdapat dalam prolog
2.    Struktur Prolog
a)    Berdasarkan sejarah keselamatan
§  Ay 1         : Sang sabda dalam keadaan-Nya yang absolut dan kekal.
§  Ay 2-8      : Hubungan sang sabda dengan ciptaan (2-18), yakni:
Ay 2-5    : Fakta-fakat hakiki.
Ay 6-13  : Manisfestasi umum Sang Sabda dalam sejarah.
Ay 14-18: Inkarnasi sejauh dihayati secara personal.
b)   Struktur Kosentris
A.  Sang Sabda pada Allah (Ay 1-2)
B.  Peranannya dalam ciptaan (Ay 3)
C.  Anugerah bagi manusia (Ay 4-5)
D.  Kesaksian Yohanes Pembaptis (Ay 6-8)
E.   Sabda datang ke dunia (9-11)
F.   Dalam Sabda yang menjelma kita menjadi anak-anak Allah (Ay 12-13)
E.   Inkarnasi (Ay 14)
D.  Kesaksian Yohanes Pembaptis (Ay 15)
C.  Anugerah bagi manusia (Ay 16)
B.  Peran “pencipta kembali” (Ay 17)
A.  Putra dalam Bapa (Ay 18)
c)    Struktur Paralel
§  De la Potterie ® menunjukan bahwa Prolog Yohanes mengandung unsur struktur paralel.
3.    Eksegese Singkat
Ayat 1 :
§  Pada awal mulanya mengingat kita pada Kej 1:1, yakni kisah penciptaan, bahwa kita sedang berhadapan dengan kisah pencipta baru. Yang di maksud bukanlah waktu tertentu dalam sejarah sebagai awal mula penciptaan, sebab prolog baru berbicara mengenai penciptaan pada Ay 3.
§  Firman/sang sabda (logos) tidak sama dengan kata
1.    Latar belakang Helenistis
     Menurut Brown:
§  Di efesus ® Tempat penyusunan injil Yohanes untuk pertama kali memasukan kata logos (menghidupkan/memelihara)
§  Bagi para stois ® Akal budi Allah (Allah yang panteistis meresapi segala sesuatu). Logos mengontrol dan mengarahkan sesuatu.
§  Philo (orang yang bijaksana) ® merupakan mediator antara Allah dan ciptaanNya
®  Semua pendapat ini tidak sama dengan Yohanes 1
2.    Gagasan “Dabar” (sabda) dalam Perjanjian lama
§  Dabar adalah sabda, punya arti dinamis (hidup)
§  Dabara adalah kata yang diucapkan secara mendalam, punya pengaruh daripada sekedar ucapan. (diucapkan kemudian dari ucapan itu akhirnya membawa pengaruh yang positif-negatif bagi yang mendengarnya)
®  Tidak sama dengan dabar
3.    Kebijaksanaan yang dipersonifikasi dalam Perjanjian lama
§  Ams 8:20-24 (diciptakan)
§  Logos yang dimaksud Yohanes, tidak sama persis namun menjadi inspirasi.
§  Yohanes 1:1-11 (tidak sama persis)
4.    Gagasan Memra Yahweh dalam Targum
§  Memra adalah Sabda dalam bahasa Aram. Mamra dalam Targum tidak sama begitu saja dengan istilah “Firman atau Sabda” dalam Perjanjian lama.
§  Mamra (untuk mengantikan atau sebuah nama kehormatan misalnya: paduka, yang mulia, dst)
Bagaimana fungis Memra Yahweh:
1.    Memra itu menciptakan
§  Targum Kej. 14:19-22 Abraham diberkati oleh Allah yang Mahatinggi yang menciptakan langit dan bumi lewat Memra-Nya
2.    Memra itu memberi Wahyu
§  Kegiatan-kegiatan Allah yang bersifat keluar diri-Nya, diungkapkan dalam Targum dalam kategori  Memra, misal: Henokh diangkat oleh Memra Yahweh
3.    Memra itu menyelamatkan
§  Menurut Targum (Kej 28:15-21) ® memra Yahweh tidak akan meninggalkan Yakub, melainkan menjadi penolongnya sebagai Allah penyelamat.
Jadi istilah Memra Yahweh® dalam Targum seringkali mengantikan nama suci Yahweh.
Ayat 2:
§  Menyimpulkan sekali lagi siapa sang sabda itu, yakni ia berbeda dari Allah (Bapa) sendiri, biarpun ia mengambil penuh bagian dari kodrat Allah (Bapa)
Ayat 3:
§  Sang sabda® ambil bagian dalam karya penciptaan. Prolog kata Ek (dari: menunjukan asal-usul: dipakai untuk Allah Bapa) Kristus® dipakai kata: dia (melalui). Jadi Kristus adalah pembantu, Allah bapa sebagai sumber utama atau asal mula segala yang ada.
Ayat 4:
§  Dalam Dia ada hidup dan hidup adalah terang manusia. Tema hidup dan terang muncul bersama. Jadi tugas sang sabda® menghidupi manusia dan menerangi jalani hidupnya, dimulai sejak penciptaan, berlangsung terus menerus sampai mencapai kepenuhannya dalam diri Yesus Kristus (pembawa dan pemberi hidup kekal dan juga terang dunia).
Ayat 5:
§  Terang dan gelap
Terang (cahaya: cinta kasih) kegelapan (gelap: dunia yang di hidupi manusia)
Terang ini dibutuhkan kegelapan, tapi kegelapan:
1.    Tidak mau menerima
2.    Tidak sanggup untuk menerima cahaya (merasa tidak pantas)
Terang tidak diterima kegelapan, karena:
1.    Manusia semaunya sendiri
2.    Egois
§  Untuk menerima terang, diutuslah Yohanes Pembaptis (membuka jalan)
Ayat 6-8:
§  Berbicara tentang kesaksian Yohanes pembaptis tentang Yesus® ada indikasi bahwadalam ayat-ayat ini ingin menyangkal pandangan murid Yohanes bahwa guru mereka itu adalah cahaya dunia.
Ayat 9:
§  Meneruskan atau mengulangi gagasan ayat 4: berbicara tentang sabda® hubungannya dengan umat manusia pada umumnya.
Ayat 10-11:
§  Berbicara mengenai kedatangan sang sabda ketengah miliknya tetapi orang-orang miliknya itu tidak menerima Dia.
Ayat 12-13:
§  Berbicara mengenai mereka yan percaya kepad Yesus (kepada nama-Nya) dan karenanya menjadi anak-anak Allah
Ayat 14:
§  Dan Firman itu telah menjadi manusia (daging) dan diam (berkemah) diantara kita. Ayat ini merupakan puncak prolog.
§  Ayat ini merupakan pewartaan yang eksplisit: bahwa Yesus Kristuslah sang sabda itu.
§  Ayat ini mau menawarkan kemuliaan Allah yang nampak dalam diri Yesus yang adalah tempat kediaman Allah yang baru bagi umat manusia.
Ayat 15:
§  Berisi kesaksian Yohanes Pembaptis kembali.
Ayat 16-17:
§  Kasih karunia (PL/TM) “demi” sebagai ganti kasih karunia (PB/YK)® tidak mengantikan kasih karunia PL/TM
Ayat 18
§  Menunjukan keunggulan pewahyuan Allah Bapa, lewat Yesus Kristus. Hanya Yesus Kristus sendirilah yang berhak berkata “Barang siapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa!” Musa, tidak pernah melihat wajah Allah, hanya “punggungNya” saja.
B.  YOHANES 1: 19-51
Struktur Literernya:
Seluruh prikop ini (Yoh 1:19-51) dapat dibagi menjadi tiga tema kecil, diantaranya:
1.    Kesaksian Yohanes Pembaptis Tentang Dirinya (1:19-28)
Ada dua pendekatan:
a)    Pendekatan literer
Ay 24: mereka diutus dari orang-orang Farisi (ambigu) bisa berarti dua arti: “Dari antara orang-orang Farisi” atau “Oleh orang-orang Farisi”.
b)   Catatan Eksegese
Kegiatan Yohanes pembaptis di sungai Yordan tidak hanya membaptis, tapi juga mendapat banyak pengikut/murid. Pada ayat 20-21: Yohanes pembaptis menjawab tiga pertayaan utusan dari Yerusalem dengan tegas dan jujur. Dia bukan Mesias, bukan Nabi, dan bukan Elia.
Perlu dipahami bahwa dalam Yohanes, Yesus mau digambarkan atau ditampilkan sebagai Elia baru.
2.    Kesaksian Yohanes Pembaptis tentang Yesus (Yoh 1:29-34)
Anak domba Allah, ada tiga kemungkinan yang diajukan oleh para Ahli:
1.    Anak Domba itu ® anak domba paskah dalam PL (disembelih, darahnya dioleskan pada jenang pintu. Syaratnya ialah domba itu tidak cacat, artinya tulangnya tidak ada yang patah, dst)
Perhatikan: Menurut injil Yohanes Ia wafat pada saat orang-orang Yahudi menyembelih domba-domba.
2.    Anak Domba Allah® adalah Hamba Yahweh yang menderita (Yes 52:1-4)
3.    Anak Domba dalam apokalitik (tulisan-tulisan dalam peristiwa akhir zaman dan di tulis untuk mereka yang menderita dan putus harapan).
3.    Panggilan para murid Yesus yang pertama (1:35-51)
§  Ada kerendahan hati dari Yohanes Pembaptis “membuka tali kasutnya aku pun tidak berani” ® menunjukan kerendahan hati (pekerjaan hina seorang hamba).
§  Kedua murid Yohanes Pembaptis “mengikuti” Yesus ® ditafsirkan secara harafiah: bearti berjalan dibelakang seseorang. Lebih dalam daripada itu berarti® menjadi penganut ajaran-ajaran-Nya. Kata ini muncul 4 kali dalam kisah endek itu.
§  Yesus berpaling kepada kedua orang itu: “apa yang kamu cari?” dimanakah engkau tingga? Kata “Tinggal” sangat penting muncul 118 kali dalam seluruh PB 40 kali dalam injil Yohanes, 27 kali dalam surat 2Yohanes dan 1 kali dalam Wahyu.
     Tinggal ® bearti: “bersatu dengan/berada dalam hubungan pribadi yang erat dengan”.
§  Ayat 39 Yesus berkata: “Datanglah dan lihatlah” datang membuat pengakuan para murid sampai pada pengakuan Mesias.
     Mesias adalah kata aram “Mesyiha” yang di Yunanikan. Ibraniny menjadi: Xristos ® Dalam bahasa kita menjadi Kristus.

BAB III
            BEBERAPA CATATAN BERKENAAN DENGAN TAFSIRAN
           
A.  PERJAMUAN NIKAH DI KANA (YOH 2:1-12)
Struktur literernya:
§  Yesus, ibu-Nya, dan murid-Nya di Kana (2:1-2)
§  Anggur dan para hamba (2:3-5)
§  Air diubah menjadi anggur ® (puncaknya “konsentris”)
§  Anggur dan para hamba (2:9-10)
§  Yesus, ibu-Nya, dan para murid-Nya di Kana (2:11-12)
Ayat 1: Kenapa hari ketiga?
Penadarasan Teologis:
   Hari 1 : Firman yang telah menjadi manusia
   Hari 2 : Kesaksian Yohanes
   Hari 3 : Murid-murid Yesus yang pertama
1.    Yohanes menunjuk kepada yohanes
2.    Memanggil muridnya
3.    Yesus di Galelia (Natanael)® datang ke pernikahan.
Mengapa Ibu Maria ada disitu?
§  Karena tidak mungkin Yesus tiba selama 3 hari, tetapi diundang. Kemungkinan yang bisa diundang itu adalah ibu Maria (kerabat keluarga, dan sebagainya) ® banyak memiliki kerabat keluarga yang banyak.
Ayat 2:
§  Ada kesatuan antara guru dan murid (secara kebersamaan), tidak mungkin murid ikut (jika belum kenal) bisa diundang!
Ayat 3: Mengapa kehabisan anggur?
§  Bisa dimengerti (murid-murid yang ikut® terlalu banyak minum anggur) sehingga habislah anggur dipesta tersebut (tidak hanya murid, pengikut Yesus itu banyak)
§  Tamu banyak (lebih dari 12 orang) maka kehabisan anggur.
Ayat 4: Menunjukan Yesus kebingungan
§  Kehabisan abggur® tentu akan melibatkan dirinya (tanggung jawab sebagai seorang guru, atas kelakuan murid-murid-Nya yang telah banyak meminum anggur)
Ayat 5: Ibu Yesus
§  Ternyata peka terhadap situasi (atas kebingunggan Yesus)
Ayat 6 Ibu Maria
§  Yakin bahwa Putranya akan melakukan sesuatu
Ayat 8: Tanpa bicara
§  Cedoklah dan bawalah kepemimpin pesta
Permenungan 2:1-11
1.    Mengungkapkan kepekaan ibu Maria
2.    Keyakinan Maria terhadap Yesus
3.    Mukjizat terjadi. Tidak selalu dengan “kata-kata”, dalam “diam” bisa melakukan mukjizat
B.  PERJUMPAAN YESUS DENGAN NIKODIMUS (YOH 3:1-21)
Kisah ini dibagi menjadi dua bagian:
1.        Ay 1-8   : tentang kelahiran dari Roh sebagai syarat untuk masuk dalam Kerajaan Allah
2.        Ay 9-21 : bagaimana cara dilahirkan dari Roh, yakni berkat kenaikan Anak kepada Bapa dan turunya Roh setelah Anak kembali ke Bapa, untuk itu orang harus percaya kepada Anak.

BAB IV
SEKILAS TENTANG KITAB WAHYU

§  Kitab ini sering dianggap tulisan yang dikunci dengan 7 materai (5:1), maka kitab ini tidak dapat dibuka secara biasa dan dimengerti pesan-pesannya.
A.  TULISAN-TULISAN APOKALIPTIK
§  Nama Wahyu (=apokalips)
§  Sastra apokaliptik telah ada sejak perjanjian lama.
§  Tulisan paling tua yang termasuk jenis sastra ini dalam Perjanjian Lama seperti apokaliptik besar Yesasa 24-27 dan apokaliptik kecil Yesaya 34-35, kitab nabi Zakaria 9-14
§  Ada juga dalam PL yang seutuhnya apokaliptik adalah kitab Nabi Daniel (ditulis pada th 165 SM).
§  Dalam PB, kecuali kitab Wahyu, jenis sastra apokaliptik dapat ditemukan pada Khotbah akir zaman, yang ada dalam injil sinotik (Mat 24:1-44;Mrk 13:1-31; Luk 21:5-26). Dalam surat Paulus ada juga sastra apokaliptik cth 1 tes 4:16-17; 2 Tes 2:1-12.
Asal-Usul dan Perkembangan Apokaliptik
§  Apokaliptik Yahudi muncul pada zaman pembuangan,ketika gerakan kenabian semakin melemah.
§  Gerekan kenabiaan melemah dikarenakan banyak penyebabnya, salah satunya adalah ketika tergabungnya kuasa politik dan agama.
§  Disatu sisi, apokaliptik adalah pendalaman keimanan yang matang atas dasar seluruh perjanjian lama.
§  Disisi lain, apokaliptik juga dipengaruhi oleh pengalaman psikologis, yang disebabkan oleh peristiwa2 yang mereka alami.
§  Sebelum pembuangan, para nabi berbicara atas nama Allah untuk menunjukan demensi relegiusnya, akan tetapi setelah masa pembuangan, karena situasi politik tafsirannya lebih mendalam mengenai relegius PL.
§  Apokaliptik Kristiani muncul pada saat situasi yang konkrit pada waktu itu.
§  Adapun perbedaan apokaliptik PL dan PB adalah perjanjian lama apokaliptik menyusul Kenabiaan, dan PB keduannya bergabung.
§  PL memusatkan pada sabda Allah, akan tetapi Apokaliptik PB acuannya adalah Kristus yang terakhir dari sejarah ini. Dan ini sangat jelas dalam kitab Wahyu.
§  Dalam lingkungan Yahudi, kitab Daniel adalah puncak dari apokaliptik, kemudian sejarah itu makin melemah dan pada akhirnya diganti oleh rabinisme.
§  Dalam lingkungan Kristen juga demikian, arus ini mendapat bentuk yang paling baik dalam kitab Wahyu, kemudian arus semakin melemah, dan digantikan oleh komentar-komentar dan homily.
B.  PENGARANG KITAB WAHYU
§  Kitab Wahyu memberikan beberapa keterangan mengenai nama pengarannya:
a)    Namanya Yohanes (1:1,4,9;22:8).
b)   Menempatkan dirinya dalam kalangan para nabi (22:9)
c)    Hamba Allah (1:1)
d)   Ia juga mengatakan tempat tinggalnya yaitu dipulau Patmos (1:10), kemungkinan dibuang oleh bangsa Romawi
§  Surat ini dikirim kepada 7 Gereja (2:1-3;3).
§  Pada abad ke 2, ada beberapa pertanyaan yang diajukan mengenai penulis kitab ini? Apa hubungan Yohanes ini dangan Yohanes Rasul? Apakah pelihat dalam kitab ini adalah pengarang injil dan surat2 Yihanes? Ada bebera jawaban, diantarannya adalah jawaban tradisional, seperti:
1.    Pada abad ke 2, Papias, Yustinus Martir menghubungakan Kitab ini dengan Rasul Yohanes.
2.    Pandapat ini mendapat dukungan yang luas dari Melito dari Sardis, Klemens dari Aleksanderia, dan Irenius, Hipolitus, Prolog Anti Marcion, dan Tertulianus. 
§  Pada abad ke 3, muncul pendapat-pendapat yang berbeda, khususnya di wilayah Timor.
§  Di wilayah ini ada cukup banyak orang yang meragukan asal usul rasuli kitab ini, dengan demkian kanonitasnya juga diragukan, seperti
1.    Dionisius dari Aleksanderia (264/265). Ia membuat perbandiangan teliti mengenai bahasa, gaya dan pikiran yang terdapat dalam injil Yohanes dan surat2nya yang pertama (1Yoh) dengan yang terdapat dalam kitab Wahyu. Dan ia mendapat sebuah kesimpulan bahwa Injil Yohanes dan 1 Yoh itulah yang ditulis oleh Rasul Yohanes.
2.    Sekolah Antiokia menola asal usul kitab ini
3.    Gereja Siria tidak menerima samasekali kitab ini.
§  Dikarenakan pengaruh yang berasal dari Athanasiuslah kitab ini mulai tumbuh di timor.
§  Sedangkan Injil Yohanes, Surat Yohanes dan Kitab Wahyu diterima sebagai tulisan oleh Rasul Yohanes di Barat.
§  Ada beberapa petunjul interen yang menghubungakan kitab Wahyu dan Injil Yohanes, diantaranya
o  Dalam kedua tulisan ini, Kristus disebut “Anak Domba” (Yoh 1:29-36), dalam Wahyu dipakai 28 kali dengan mengunakan kata Yahudi yang berbeda.
Hubungan Injil Yohanes DENGAN Wahyu
NO
KATA
INJIL YOHANES
KITAB WAHYU
1
Nama-Nya adalah sabda Allah 
1:1-14;
19:13
2
Gambaran mempelai bearti Umat Allah
3:29
21:2-9; 22:17
3
Kehidupan dilambangakan dengan air
4:`10,st 7:38
(Air Hidup)
7:17;21:6;22:1-17
(air kehidupan)
§  Dalam hal ini juga, ada banyak hal yang membedakan tulisan ini, seperti pada perbedaan bahasan dan perspektif eskatologis.
§  Bahasa Yahudi yang digunakan dalam injil adalah sederhana dan benar, dan ini tidak ada dalam kitab Wahyu.
§  Penulis rupanya seorang Yudeo-Kristen yang berpikir dalam bahasa Aram dan memterjemahkan pikirannya dalam bahasa Yunani yang tidak terlalu ia ketahui.
§  Eskatologi kitab Wahyu diwarnai dengan pendangan dan lambing-lambang dari tradisi apokaliptik.
§  Paham-pahan yang sering ditemukan dalam injil, jarang ditemukan dalam kitab Wahyu.
§  Contohnya. Dalam injil Yohanes: Percaya 98 kali, akan tetapi dalam Wahyu tidak ada, sedangkan dalam Wahyu iman dikatakan 4 kali, dalam injil Yohanes tidak ada.
§  Sebagai sebuah jawaban yang dapat digunakan yang diberikan oleh penafsir katolik, adalah menurut tradisi Rasul Yohanes memiliki wibawa yang amat kuat di Asia, sampai akhir abad pertama. Dan ialah yang memberikan ispirasi kepada semua tulisan Yohanes. Dan kemungkinan lewat salah satu sekolah kateketik di Efesus, dan redaksi dilakukan oleh beberapa murid yang kurang lebih mengenal pikirannya.
C.  TAHUN PENULISAN
§  Beberapa pendapat yang berbeda mengenai tahun penulisan kitab Wahyu, seperti
a)    Ada yang berpendapat bahwa kitab wahyu ditulis pada pemerintahan kaisar Claudius (41-54 M).
b)   Ada yang menghubungkannya dengan pemerintahan kaisar Nerva (96-98), atau kaisar Traianus (98-117).
c)    Pendapat yang banyak menganai tahun penulisan kitab ini adalah pada waktu pemerintahan kaisar Domitianus (81-96), yang menjelang akhir pemerintahannya menganiayaan orang Kristen.
§  Irenius, Klemens dari Aleksanderia dan Origines mendukung pendapat bahwa kitab ini ditulis pada masa pemerintahan Domitianus. Pendapat ini juga amendapat penegasan dari Eusebius dan Victorinus dan diikuti oleh Hironimus.
§  Kitab Wahyu juga memberikan petunjuk-petunjuk, terutama pada surat yang dikirimkan kepada 7 Gereja.
§  Penganiayaan orang Kristiani di Asia dikarenakan tidak mau menyembah kaisar.
§  Sejarah Gereja mencatat bahwa penganiayaan orang Kristen yang pertama adalah kaisar Nero, akan tetapi dalam kitab Wahyu penganiayaan yang terjadi lebih besar dari pada penganiayaan oleh Kaisar Nero.
§  Penganiayaan Kaisar Nero adalah menuduh orang Kristen membakar kota Roma, sedangakan penganiaayaan oleh Kaisar Domitianus adalah memaksa orang untuk menyembah Kaisar karena kaisar adalah Tuhan dan Allah kami.
§  Dalam kitab Wahyu 13:18 dan 17:9-11 disebut secara kabur mengenai kaisar yang memerintah pada waktu Yohanes menulis.
§  Sebagai sebuah kesimpulan, rekdaksi terakhir kitab Wahyu di buat di Asia pada akhir pemerintahan kaisar Domitianus tahun 90-96. 
D.  CIRI-CIRI SASTRA
§  Ada anggapan bahwa kitab ini adalah kitab yang paling tidak jelas dalam PB.
§  Cara penulis menuangkan pikirannya seperti bahasa, dan lambing-lambang yang aneh.
§  Pada umumnya, kitab Wahyu ini dipengaruhi oleh 3 bentuk sastra, diantaranya Apokaliptik, Kenabiaan dan Surat.
1.    Apokaliptik
o  Why 1:1-13 dengan jelas menghubungkan kitab ini dengan tulisan tradisi apokaliptik, yaitu jaman setelah pembuangan.
o  Isi dari kitab ini adalah berkenaan dengan sesuatu yang harus segera terjadi, maksudnya adalah penyelesaian atau pemenuhan sejarah seperti yang ditentukan oleh Allah.
o  Tulisan tradisi apokaliptik suka mengunakan kata lembang-lambang, dan hal tersebut ada terdapat dalam kitab Wahyu dan dengan mengunakan lambing-lambang ini menghubungkan kitab wahyu dengan tulisan apokaliptik.
o  Lambing-lambang yang digunakan oleh kitab Wahyu diambil dari tradisi kenabian, misalnya adalah
a)    Wanita melambangkan jemaat (12:1) atau sebuah kota (17:1) 
b)   Tanduk lambang kekuasaan (5:6;12:3)
c)    Mata melambangkan pengetahuan (1:14)
d)   Sayap berbicara mengenai mobilitas (4:8)
e)    Terompet melambangakan suara ilahi, adikodrati (1:10)
o  Angka juga merupakan lambang yang penting, seperti
a)    7 (54 kali) kesempurnaan, kepenuhan,
b)   12 (23 kali) mengingatkan kita kepada 12 susu Israel dan mengatakan bahwa umat Allah sudah mencapai pada kesempurnaan akhir
c)    6 (16 kali) melambangkan universalitas dunia
o  Pemakaian lambang2 dalam apokaliptik hanya bermaksud bahwa misteri yang mau diungkapkan amat dalamsampai tidak dapat didefinisikan.
o  Pewahyuan hanya dapat diberikan dengan campur tangan Roh, yang merasuki Yohanes (1:10), segalanya diberikan kepadanya dengan melalui penglihatan.
o  Sedangakan malaikat adalah bertindak memberikan penjelasan kepada pelihat.
o  Kitab wahyu ini ditujukan kepada 7 Gereja di Asia yang sangat mungkin mewakili gereja universal.
2.    Kenabiaan
o  Yohanes diberi perutusan dan tugas dengan melalui penampakan awal (1:9-20).
o  Ia mendengarkan sabda Allah (10:11) dan meminta kepadanya untuk meneruskan kepada saudara2nya.
o  Ia menyebut bukunya sebagai nubuat (1:3).
o  Dalam PL, nabi dugunakan hanya ada 2 kali dalam PL alan tetapi dalam Kitab Wahyu ada 7 kali (10:7), dengan adanya petunjuk2 ini Yohanes sadar bahwa ia dalam arus teradisi kenabian.
o  Kitab wahyu adalah contoh kenabiaan yang sangat baik
3.    Surat
o  Kitab ini dibuka dan ditutup dengan gaya subuah surat yang biasa ditulis dalam kalangan jemaat Kristiani (1:4-6;22:21).
o  Pesan yang disampaikan kepada 7 gereja juga dalam bentuk surat.
4.      Jemaat yg dituju:
Wahyu 1:9-20
Jemaat: Dalam kesususahan
7 Jemaat: Efesus, smirna, pegasus, tiarta, sardis, filadelfia, loadik
§  Wahyu: menjelaskan masing-masing derita yang dialamai ke-7 jemaat tersebut
Kesusahan punya dua makna: intern dan ekstern
§  Langusung ditujuakan kepada ketujuh jemaat di Asia, angka 7 menjadi satu lambang.
§  Umat yang mendapatkan surat ini: Umat yang sedikit terganggu imannya.
Umat yang terganggu
1.    Dari dalam (intern)
§  Ada gangguan dari dalam dirinya, terdapat ketegangan-ketegangan, muncul rasul-rasul gadungan sinkratisme agama dan sebagainya.
Kerajaan Allah sudah dekat ® Umat binggung dengan pilihan
2.    Dari luar (ekstern)
§  Umat takut  kepada pemerintah, golongan lain, fakta politis
§  Ada 2 penguasa: roma (70th) dan kaisar Yahudi.
Dalam keadaan seperti ini wahyu mengajak umat untuk bertekun dan bertahan dalam kesusahan yang sudah ada dan akan datang
5.      Maksud dan tujuan Pengarang
§  Berkaitan dengan situasi dan latar belakang
            Maksud dan tujuan
§  Memberi dorongan kepada jmaat untuk tabah sekaligus memberi penghiburan
§  Allah campur tangan dalam penghakiman (lih 2:7b)
6.      Tema-tema Teologi
§  Allah
§  Kristus             
§  Roh Kudus       * Dihubungkan dengan latar belakang
§  Gereja
1.      Pandangan tentang Allah
Allah yang adil: Jangan takut, dengan situasi yang ada (kekuatan yang baik-jahat)
Allah Bapa: Untuk jemaat
Allah Ku: Ku; dia yg memiliki ke-7 Roh Allah, yakni Yesus Kristus yang adalah Wahyu (dikarunikana Allah)
§  Sebuah relasi yang mendalam, jika dipisah mengalami keterlukaan
§  Kaitan dengan kepemilikan: hubungan mendalam mempunyai daya cipta, bisa membuat sesuatu.
§  Relasi yang Real® yang efektif.
      Hubungan dengan Tujuan dan latar belakang:
§  Allah ku:
Dalam kooferatif pencipta
Budaya cipta (kekuatan yang sama, cipta yang sama, menentukan yang sama)
§  Jadi jangan takut jadi pengikut Kristus, Allah Bapa itu bukan Allah Yahwe, karena apa yang dikatakan Yesus punya daya yang sama dengan Allah Bapa
Allah kita: Bukan saja menjadi Allah Kristus, tetapi Allah kita ® punya kreatifitas (Allah menjadi bagian dalam hidup kita) Allah kita
§  Jika sudah milik, tidak ada hak kontrak. Peneguhan kepada jemaat
                   Hidup: Allah yang hidup (yang abadi)
                   Dampak bagi kepemilikan, Allah itu hidup (faktor kehidupan yang menetukan kongres/tumbuh
                   dan berkembang terus menerus)
                   Allah yang hidup® menganadaikan adanya kehidupan (mengatasi keterbatasan manusia yang
                   bisa mati).
§  Jadi jangan takut untuk bersatu dengan Allah, biarpun kamu bisa mati (kamu tetap hidup) ® Membuka penghiburan, peneguhan dan seterusnya kepada jemaat
2.      Pandangan tentang Kristus
Yesus: Realitas yg sebenaranya (masuk dalamkehidupan manusia) sejarah umat manusia
Maka Yesus Kristus diimanai dalam jemaat® adalh Real bukan imajinasi
Penganiayaan yang terjadi® mungkin keterlibatan langsung dari apa yang diakatakan (rell)
Yesus Krsitus: yang diimani adalah pribadi (mesias) san pembebas
Maka jadi pengikut Kristus (yang adalah pembebas) Ia tidak akan tinggal diam.
Tuhan Raja: Tentu Punya kuasa/tahta (memiliki kekuatan dalam menghadapi musuh)
Tuhan (tuan): Mu (Bapa) Tu(h)an®tuan dari segalanya
Good Allah ® berkaitan dengan Dewa-dewa/menempati alam semesta
Lord® Tuhan (mengarah pada sesembahan) pemilik alam semesta
Anak Domba: korban perdamaian (dengan damai tidak perang) musuh dibinasakan, musuh terbesar adalah (maut)
Seperti anak Manusia: tidak sama (tapi serupa) manusia tidak punya kekuatan yang dahsyat.
Firman Allah: Bukan statis/tapi dinamis® merupakan trasendensi dari Allah, (keagungan Allah) ditempatkam secara istimewa dalam kontek dinamis pemenuhan sejarah (penyelamtan Allah)
Mengikuti Kristus® Memperoleh keselamatan
Yang Benar: Kristus (yang benar) menyangkut sesuatu yang dibawa menjadi (saksi) kebenaran
Jadi:jangan takut mengkiuti Krsitus (saksi kebenaran)
Yang kudus: Dari Allah (kudus) Dia (kudus) konteks kekudusan (Allah ® kembali pada Allah) juga akan membawa para pengikutnya.
Yang hidup:  Kematian bagi Yesus (bukan akhir-tapi hidup) untuk selamanya
Yang pertama-terakhir: sejarah keselamatan (sejak dunia diciptakan) Allah (A) Kristus (W)
Saksi yang setia:  kristus adalah saksi yang setia (rencana penyelamatan Allah (amin) dan meng-iyakan (sang setia)
3.      Pandangan tentang Roh Kudus
Kata “Roh”
1.    Ay.10 ® beda dengan ay.4 ketujuh (roh) merupakam aktualisasi dari ay.10 Ke-7 roh ® (r) Roh (ay.10) ® ke tujuh jemaat
2.    Ay.7® mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat. Roh Allah® kaitan dengan ke-7 roh Allah
Aktualisasi bukan hakekat
Kitab Wahyu tidak

E.  PANDANGAN-PANDANGAN TEOLOGI KITAB WAHYU
§  Kitab ini membaca sejarah dunia nyata dalam terang pendangan iman, artinya seluruh peristiwa yang terjadi merupakan rencana penyelamatan Allah.
§  Perperangan yang terjadi adalah antara perperangan positif dan negatif.
§  Sebenarnya, padanagan toelogis kitab ini sama dengan tulisan dalam perjanjian baru, akan tetapi yang membuat perbedaannya adalah Allah, Kristus, Roh Kudus dan Gereja.



1.    Pandangan tentang Allah
NO
Nama
Ayat
Arti
1
Allah 65 kali
1:1-9
Wahye, Elohim
2
Tuhan Allah, yang Mahakuasa
1:8
Kekuatan Ilahi yang akan menghancurkan segala macam kekuatan, yang dinyatakan dalam sejarah keselamatan
3
Kudus
4:8
Keadilan mutlak, kesetiaan dan ketetapan hati
4
Adil
16:5
Dikaitkan dengan pribadi Allah
5
Yang duduk di atas tahta
6:16
Kuasa-Nya atas segala sesuatu
6
Bapa Kristus


7
Allah-ku
3:2
Diungkapkan Kristus® Hub real dan berdaya cipta antara Bapa-Kristus.
8
Allah Kita
12:10
Berhubungan dengan sebuah perjanjian,  kontrak perjanjian
9
Hidup
4:9
Allah yang mengatasi tingkat manusiawi
10
Dia yang ada dan yg sudah ada dan yg akan datang
1:4
Mengungkapkan Allah yang  berkuasa atas seluruh sejarah

2.      Pandangan Tentang Kristus
No
Nama
Ayat
Arti
1
Yesus
1:9
Diapakai untuk menunjukan perhatian besar kepada Yesus
2
Yesus Kristus
1:1
Menunjukan mesiasnitasnya
3
Tuhan, Raja
11:8, 17:14
Menunjukan Kekuatan Kristus, Bahwa Ia Adalah Tuan atas segala tuan dan Raja atas segala raja
4
Anak domba

Kristus disebut anak domba paskah yang dibunuh, dimuliakan
5
Seperti anak man
1:3
Gelar yang diberikan bukan dalam konteks Kristologi tapi langsung dari kitab nabi Daniel
6
Firman Allah
19:13
Menyatakan keagungan dan transeedensi Kristus (pemenuhan sejarah keselamatan Allah)
7
Anak Allah
2:18
Seperti halnya Allah disebut Bapa Kristus
8
Yang benar
3:7
Gelar ini paling jelas mengungkapkan peranan kesaksian Kristus

3.      Pandangan tentang Roh Kudus
§  Pandangan tentang Roh kudus dalam Kitab Wahyu: Tidak teratur, kalau disusun dapat membuat suatu gagasan yang menarik.
§  Roh dalam PL (Roh itu milik Allah ”merupakan kekuatan”) ternyata juga merasuk dalam diri penulis kitab Wahyu, “roh kekuatan” ® itu juga milik Kristus. Ia mempunyai 7 Roh, artinya Roh dalam keutuhan, dan mengutusnya kedunia.
§  Roh tersebut menjadi nyata ketika turun kedunia (Gereja)
4.      Pandangan Tentang Gereja
§  Allah® mewahyukan diri dalam Kristus (saksi setia) ® mengutus Roh yang Ia terima kedalam Gereja.
§  Penulis kitab Wahyu mengartikan Gereja sebagai jemaah setempat, ditempat tertentu (menjadi 7 jemaah) sebenarnya adalah seluruh gereja yang tidak mengenala batas-batas lingkup tertentu.
§  Dalam dua lambang (kota-mempelai) ada sintesis mengenai pandangan tentang Gereja (seperti pengantin perempuan-kota)
Berkat kesatuan dengan Kristus sang kepala ® ada relasi yang berhubungan dari keduanya (sintesis)
Kaitanya: jangan khawatir dicintai® Kristus lebih mencintai kamu jadi dengan demikian (kudus)

BAB V
SUSUNAN DAN ISI KITAB WAHYU

§  Dalam bentuknya, kitab ini merupakan permenungan mengenai Gereja, artinya kehidupan Gereja tergantung pada Allah yang adalah Tuhan atas sejarah, pada Yesus adalah saksi yang setia dan Roh Kudus yang berdoa di dalam Gereja.
§  Berikut adalah garis besar dan isi kitab ini.
A.  SUSUNAN KITAB WAHYU
§  Kitab ini merupakan satu kesatuan sastra yang dibuka dengan pendahuluan (1:1-3), dan diakhiri dengan penutup (22:6-21).
§  Isi dari kitab ini ada 2, yaitu:
b)   7 surat kepada 7 jemaat, dan
c)    Dibagi menjadi 5 bagiaan
1)   Pendahuluan yang berisi tentang “penglihatan” sebuah tahta, Anak Domba, dan penyerahan gulungan kitab dan 7 materai (4:1-5:14)
2)   Materai yang berisi pembukaan 6 materai. Yang pertama oleh Anak Domba, dan yang lain (6:1-7:17).
3)   Sangkakala berisi peniupan 6 sangkakala (8:1-11:14)
4)   Bagian 3 tanda (wanita, naga ular dan malaikat) (11:15-16:16)
5)   Bagian penutup, mengambarkan hari besar kita Kristus campur tangan ketika terakhir kalinya.
B.  GARIS BESAR ISI KITAB WAHYU
1.    Pendahuluan (1:1-3)
2.    Bagian pertama, surat2 kepada 7 jemaat (1:4-3:22)
f)    Pendahuluan liturgy (1:4-8)
g)   Pengalaman akan kristus yang telah bangkit (1:9-20)
h)   Surat kepada 7 jemaat (2:1-3:22)
3.    Bagan kedua, menafsirkan sejarah dalam terang iman (4:1-22:5)
1)   Membaca pristiwa-peristiwa yang harus terjadi (4-5)
2)   Pewahyuaan mengenai makna sejarah tahap demit tahap : 7 materai (6-7)
3)   Sejarah penyelamatan berjalan maju: sangkakala (8:1-11;14)
4)   Pertempuran antara kekuatan baik dan kekuatan jahat; mencapai puncaknya 3 tanda (11:15-16:16)
5)   Penyelesaian sejarah penyelamatan: pelacur dihukum dan memperoleh kemenangan (16:17-22:5).

2 komentar:

  1. Coin Casino | Best Online Casinos and Games of 2021
    This 인카지노 casino is an online casino offering casino games, you should deccasino have at least 메리트카지노총판 one of the following types of game selections. Deposit: $10 or more on the Bonus Roll.

    BalasHapus
  2. Shalom bapak, ibu dan saudara/i yang dikasihi oleh Tuhan. Apakah ada diantara bapak, ibu maupun saudara/i yang pernah mendengar tentang Shema Yisrael dan V'ahavta? Kalimat pernyataan keesaan YHWH ( Adonai/ Hashem ) dan perintah untuk mengasihiNya yang dapat kita temukan dalam Ulangan/ דברים/ Devarim 6 : 4 - 5 yang juga pernah dikutip oleh Yeshua/ ישוע/ Yesus di dalam Injil khususnya dalam Markus 12 : 29 - 31, sementara perintah untuk mengasihi sesama manusia dapat kita temukan dalam Imamat/ ויקרא/ Vayikra 19 : 18. Mari kita pelajari cara membacanya satu-persatu seperti yang akan dijabarkan di bawah ini :

    Ulangan/ דברים/ Devarim 6 : 4 - 5, " שְׁמַ֖ע יִשְׂרָאֵ֑ל יְהֹוָ֥ה אֱלֹהֵ֖ינוּ יְהֹוָ֥ה ׀ אֶחָֽד׃. וְאָ֣הַבְתָּ֔ אֵ֖ת יְהֹוָ֣ה אֱלֹהֶ֑יךָ בְּכׇל־לְבָבְךָ֥ וּבְכׇל־נַפְשְׁךָ֖ וּבְכׇל־מְאֹדֶֽךָ׃. "

    [ Cara membacanya dengan mengikuti aturan tata bahasa Ibrani yang berlaku, " Shema Yisrael! YHWH [ Adonai ] Eloheinu, YHWH [ Adonai ] ekhad. V'ahavta e YHWH [ Adonai ] Eloheikha bekol levavkha uvkol nafshekha uvkol me'odekha ]

    Imamat/ ויקרא/ Vayikra 19 : 18, " וְאָֽהַבְתָּ֥ לְרֵעֲךָ֖ כָּמ֑וֹךָ. "

    [ Cara membacanya dengan mengikuti aturan tata bahasa Ibrani yang berlaku, " V'ahavta l'reakha kamokha " ]

    Untuk artinya dapat dilihat pada Alkitab LAI.

    Diucapkan juga kalimat berkat seperti ini setelah diucapkannya Shema

    " . בָּרוּךְ שֵׁם כְּבוֹד מַלְכוּתוֹ לְעוֹלָם וָעֶד. "
    ( Barukh Shem kevod malkuto, le'olam va'ed, artinya Diberkatilah Nama yang mulia, KerajaanNya untuk selamanya )

    🕎✡️🐟🤚🏻👁️📜✍🏼🕯️❤️🤴🏻👑🗝️🛡️🗡️🏹⚖️⚓🕍✝️🗺️🌫️☀️🌒⚡🌈🌌🔥💧🌊🌬️❄️🌱🌾🍇🍎🍏🌹🍷🥛🍯🦁🦅🐂🐏🐑🐎🦌🐪🕊️🐍₪🇮🇱

    BalasHapus